ISRAEL HANCURKAN RUMAH DI AL-QUDS DAN SERANG PERBATASAN GAZA

Al-Quds (Yerusalem), 20 Rajab 1434/30 Mei 2013 (MINA) – Tentara Israel dengan beberapa kendaraan militer lapis baja menyerang wilayah Al-Aqaba di Beit Hanina, sebelah utara Al-Quds Timur dan mengepung rumah sebelum menghancurkannya.

Tentara Israel masuk gedung berlantai dua di Beit Hanina tersebut dan melempar barang-barang yang ada di dalamnya keluar.

Tentara Israel mengepung gedung dan menutup daerah itu bagi media dan orang yang ingin menyaksikan.

Bangunan tersebut adalah rumah bagi sepuluh anggota dari dua keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Tentara Israel juga menyerang dan menculik dua warga Palestina di Beit Hanina, tanpa alasan jelas.

Salah satu gedung dimiliki oleh keluarga Badran al-Salameh yang mengatakan dirinya tidak menerima pemberitahuan pembongkaran rumah oleh Israel sebelumnya.

“Istri anak saya dan dua anak masih berada di dalam rumah. Saya mencoba untuk mencapai rumah ketika saya mendengar dari tetangga, tetapi pejabat Israel melarang saya. Saya ingin mengambil emas dan uang istri saya dari salah satu laci,” kata al-Salameh seperti dikutip media berbasis di Palestina AlResalah yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

“Gedung itu dibangun tanpa izin kota karena Israel tetap menolak untuk mengeluarkan izin pembangunan,” ungkap al-Salameh.

Gedung yang dibangun 15 tahun yang lalu itu menerima perintah pembongkaran pada 2002 lalu dan keluarga al-Salameh harus membayar denda 250.000 shekel Israel (67.000 USD/sekitar 670 juta rupiah).

Pada Rabu kemarin (29/5), tentara Israel menghancurkan sebuah bengkel mobil milik warga yang bernama Awad Hussein Sbeih di desa Hizma, timur laut kota Al-Quds yang masih dijajah, dengan dalih toko itu dibangun tanpa izin pembangunan.

Dewan desa setempat di Hizma melaporkan, Sbeih tidak menerima pemberitahuan sebelumnya, dan terkejut melihat tentara menghancurkan tokonya dengan buldoser tanpa memungkinkan dia untuk menyelamatkan barang-barangnya.

Dewan menambahkan akibat kerusakan tokonya, Sbeih mengalami kerugian sebesar 90.000 shekel Israel, dan mengatakan tentara Israel berulang kali membongkar toko, lokakarya dan bangunan publik di desa itu untuk kepentingan pembangunan pemukiman ilegal Yahudi dan kegiatan ekspansi Israel, Pusat Media Timur Tengah (IMEMC) melaporkan.

Menurut laporan PBB, 33 persen dari seluruh rumah milik warga Palestina di Al-Quds Timur tidak memiliki izin bangunan yang dikeluarkan Israel, berpotensi menempatkan setidaknya 93.100 warga beresiko pindah dari kota lama yang merupakan tempat Masjid Al-Aqsha berada.

Sementara Organisasi kemanusiaan Bimkom yang berbasis di Israel menunjukkan, 95 persen dari aplikasi permohonan warga Palestina untuk izin bangunan ditolak.

Sejak tahun 1967, pemerintah Israel telah menghancurkan sekitar 2000 rumah di Al-Quds Timur. Lebih dari 1630 warga Palestina kehilangan tempat tinggal dalam pembongkaran rumah yang dilakukan oleh Israel antara 2004-2012.

Serang Perbatasan Gaza

Pada hari yang sama, beberapa kendaraan militer lapis baja Israel menyerang lahan pertanian Palestina, sebelah timur kamp pengungsi Al-Bureij, Gaza tengah dan menembaki petani Palestina, memaksa mereka keluar dari tanah mereka.

Para saksi mata melaporkan tiga tank dan empat buldoser militer masuk ratusan meter ke dalam wilayah Palestina dan menembakan amunisi serta bom gas pada petani serta memaksa mereka meninggalkan tanahnya.

Tentara Israel berulang kali menyerang lahan pertanian warga Palestina dekat pagar perbatasan di Gaza, dan secara terus menerus menembak para petani dan pekerja agar keluar dari lahan mereka, puluhan korban berjatuhan telah dilaporkan. (T/P03/P02)

 Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply