ISRAEL SERANG JAMAAH KRISTEN PALESTINA

Al-Quds (Jerusalem), 27 Jumadil Akhir 1434/7 Mei 2013 (MINA) – Menterian Luar Negeri Palestina, Riad al-Maliki, mengecam serangan polisi Israel terhadap jamaah Kristen Palestina (diplomat, imam dan pengunjung), yang sedang merayakan Paskah.

Riad al-Maliki mengatakan bahwa tentara dan polisi Israel secara fisik menyerang puluhan jamaah, dan mencegah mereka untuk ikut prosesi suci itu.

“Paskah adalah pesta kudus, juga salah satu hari raya nasional di Palestina, sebagai Otoritas Palestina secara resmi mengakui hal itu, sama halnya mengakui Natal sebagai hari raya nasional,” kata Riad al-Maliki seperti dilansir IMEMC yang dikutip MINA, selasa, (7/5).

Menurut Maliki bahwa Palestina dan setiap orang di seluruh dunia memiliki hak untuk merayakan hari rayanya, dan menurutnya Israel sudah merampas hak asasi Muslim dan Kristen Palestina, untuk Kebebasan beribadah dan datang ke Rumah ibadahnya masing-masing.

“Israel sedang mencoba untuk mengubah demografi Yerusalem, dengan mengubahnya menjadi sebuah kota Yahudi dengan merampas Muslim dan Kristen dari hak-hak asasi mereka,” tegas al-Maliki.

Selain itu, al-Maliki mengatakan bahwa pelanggaran Israel terhadap Situs Suci Islam dan Kristen juga disertai dengan pelanggaran terhadap warga Palestina, termasuk penghancuran rumah, pengambilalihan rumah, mencabut KTP warga Al-Quds (Jerusalem), melakukan serangan terhadap masjid dan gereja, dan bahkan melakukan pembakaran terhadap gereja dan masjid, dengan cara menyalakan api di dalamnya atau melemparkan bom Molotov.

Serangan gambar grafiti rasis juga dilakukan ekstrimis yahudi, yaitu menggambarkan Yesus Kristus dan Nabi Muhammad sebagai babi.

Al-Maliki meminta Komunitas Internasional, dan kelompok hukum dan HAM, untuk mendesak Israel untuk menghormati semua perjanjian yang telah ditandatangani, tentang hak asasi manusia dan resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB. (T/P015/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply