ISRAEL KEMBALI TANGKAP TAHANAN YANG BEBAS PADA PERTUKARAN GILAD SHALIT

Nablus, Tepi Barat, 3 Rajab 1434/13 Mei 2013 (MINA) – Pasukan Israel kembali menahan mantan tahanan yang dibebaskan dari penjara dalam pertukaran tawanan antara Israel dan Hamas pada 2011 lalu pada Ahad dini hari (12/5).

Pasukan Israel kembali menangkap Tahrir Sati al-Qinna (35), dan adiknya Saddam (25), ke lokasi yang tidak diketahui setelah menyerang desa mereka, Kafr Qalil, sebelah selatan Nablus, Tepi Barat. “Pasukan tersebut menyerbu desa sekitar pukul tiga dini hari,” ungkap penduduk setempat sebagaimana yang dilaporkan Ma’anNews.

Kakak beradik tersebut termasuk dalam anggota Popular Front for the Liberation of Palestine (PFLP) yan merupakan organisasi terbesar kedua dalam faksi PLO (Palestine Liberation Organisation), setelah Fatah.

Israel telah kembali menangkap lebih dari lusinan mantan tahanan yang mereka bebaskan dalam kesepakatan pertukaran tahanan untuk membebaskan prajurit Israel yang ditangkap oleh Hamas, Gilad Shalit pada Oktober 2011.

Sementara itu, pasukan Israel menyerbu kawasan Rafedia di sebelah barat Nablus dan menahan seorang paruh baya, Omar Abdul-Rahim al-Hanbali (42).

Seorang kerabat mengatakan kepada Yayasan Tadamun (Solidaritas) untuk Hak Asasi Manusia, sejumlah besar pasukan Israel menggeledah rumah al-Hanbali pada Sabtu sore dan membawanya ke pusat penahanan Huwwara.

Al-Hanbali adalah seorang apoteker, menurut Ahmad al-Bitawi dari Tadamun.

Al-Bitawi menyebutkan bahwa al-Hanbali saudara Muhammad, seorang insinyur dan pemimpin terkemuka dalam sayap militer Hamas yang dibunuh oleh pasukan Israel pada tahun 2003. (T/P01/P02).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply