ISRAEL TANGKAP MUFTI AGUNG YERUSALEM

Yerusalem, 30 Jumadil Akhir 1434/8 Mei 2013 (MINA) – Polisi Israel menangkap Mufti Agung Yerusalem Mohammed Ahmad Hussein rumahnya, di Yerusalem, Selasa (7/5).

Detektif Israel menangkap Mufti Hussein dan menginterogasinya di kantor polisi atas dugaan keterlibatan dalam kerusuhan di Temple Mount, kata juru bicara polisi Micky Rosenfeld, lapor Al-Jazeera, yang dikutip Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj News Agency).

Polisi Israel mendirikan pos pemeriksaan untuk mencegah warga Palestina memasuki Masjid Al-Aqsha.

Selain Mufti Hussein, polisi Israel juga menangkap Mustafa Abu Zahra, ketua Dewan Pemakaman Islam di Yerusalem.

Salah satu pekerja di Masjid Al-Aqsha mengatakan, unit khusus Israel yang ditempatkan di pintu masuk melarang jamaah dan mahasiswa Palestina masuk ke dalam masjid, serta menahan beberapa tanda pengenal milik jamaah.

Pekerja menambahkan bahwa kelompok pemukim Yahudi, didampingi polisi Israel, masuk ke kawasan Masjid Al-Aqsha melalui gerbang Al-Magharibah, pada Selasa (7/5).

Sekitar 40 pemukim Yahudi dikawal polisi Israel memasuki kawasan Masjid Al-Aqsha.

Pada hari yang sama, polisi Israel memerintahkan pedagang Palestina di Yerusalem untuk mengosongkan toko mereka untuk memberikan ruang bagi para demonstran Yahudi turun ke jalan menuju dinding Al-Buraq untuk merayakan penyatuan Yerusalem di bawah kekuasaan Israel tahun 1967.

Kecaman

Menanggapi penangkapan Mufti Yerusalem, Parlemen  Yordania sepakat mengusir duta besar Israel dari Amman, Yordania, dan meminta duta besar Yordania di Tel Aviv untuk menanggapi penahanan itu, menurut PETRA Kantor Berita Yordania.

Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam penahanan Mufti Agung Yerusalem Mohammed Hussein yang dilakukukan pemerintah Israel.

Abbas segera menuntut pembebasan Mufti Hussein dan mengatakan penangkapan tersebut merupakan pelanggaran atas kebebasan beribadah.

Juru bicara kepolisian Israel tidak menguraikan apa dugaan keterlibatan Mufti Agung dalam insiden itu. Padahal selama ini ulama senior sangat jarang sekali yang ditangkap oleh Israel di Yerusalem.

Penahanan Mufti Agung bertepatan dengan persiapan Hari Nakba Palestina setiap 15 Mei, tanggal dirampasnya Palestina dan pembentukan Israel pada 1948. (T/P08/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply