KAMRA DESAK PEMERINTAH MYANMAR HENTIKAN GENOSIDA MUSLIM ROHINGYA

Komite Nasional Advokasi untuk Muslim Rohingya-Arakan (KAMRA) mendesak pemerintah Myanmar agar segera menghentikan genosida Muslim di Myanmar. (doc. MINA)

Jakarta, 24 Jumadil Akhir 1434/4 Mei 2013 (MINA) – Umat Islam yang tergabung dalam Komite Nasional Advokasi untuk Muslim Rohingya-Arakan (KAMRA) mendesak pemerintah Myanmar agar segera menghentikan genosida Muslim di Myanmar.

Sekjen KAMRA, Bernad Abdul Jabbar menyampaikan permintaan agar dibukanya pintu dialog dengan pemerintah Myanmar. “Kalau pintu dialog itu tidak dibuka juga, maka kami akan kerahkan massa yang lebih besar lagi”, katanya saat diterima perwakilan duta besar Myanmar untuk Indonesia di kantor Kedutaan Besar Myanmar, Jakarta, Jumat (3/5).

KAMRA juga menuntut pemerintah Myanmar agar segera menghentikan segala bentuk penindasan Muslim Rohingya dan agar kewarganegaraan Muslim Rohingya segera di kembalikan.

“Kami akan membiarkan umat Islam untuk berbuat apa saja pada kedutaan besar Myanmar di Indonesia jika tidak membuka jalur dialog,” tegasnya.

KAMRA juga menyatakan, pemerintah Indonesia atas nama SBY sudah menekan pemerintah Myanmar, akan tetapi dua kali pidato SBY dilecehkan. “Hal itu memang pemerintah Myanmar yang keras kepala, tetap saja mereka tidak menghiraukan” kata KAMRA.

Bernad mengatakan pihak kedubes berjanji akan mengadakan dialog dengan mengundang ormas-ormas Islam untuk mencari solusi bersama dalam menyelesaikan permasalahan di Rohingya.

“Hasil pertemuan kami tadi diantaranya mereka berjanji akan membuka dialog dengan mengundang ormas-ormas Islam selambat-lambatnya dua hari kedepan,” kata Bernad. 

Rohingya merupakan etnis minoritas muslim yang mendiami wilayah Arakan sebelah utara Myanmar berbatasan dengan Bangladesh, yang dahulu wilayah ini dikenal dengan sebutan Rohang dan saat ini lebih dikenal dengan Rakhine. Itu sebabnya orang-orang muslim yang mendiami wilayah Rohang disebut dengan Rohingya (L/P04/P015/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply