KAMRA KUTUK SERANGAN SEBUAH MASJID DI MYANMAR

Jakarta, 21 Jumadil Akhir 1434/1 Mei 2013 (MINA) – Komite Advokasi untuk Muslim Rohingya-Arakan (KAMRA) mengutuk penyerangan sebuah masjid oleh massa di Myanmar, pada selasa lalu (30/4).

Sekjen KAMRA, Bernard Abdul Jabbar mengatakan, hal ini merupakan kejadian kesekian kalinya masjid diserang dan dirusak hanya gara-gara persoalan sepele saja dan ini mengingatkan kita pada kejadian-kejadian sebelumnya.

“Akar permasalahan konflik di Myanmar adalah kebencian orang-orang Buddha yang sudah sejak lama dan mendarah daging terhadap orang-orang Islam,” ungkap Bernard.

“Sekecil apapun persoalan yang terjadi akan bisa memicu bentrokan disana, dan kami dari KAMRA mengutuk keras serangan pada sebuah Masjid tersebut, dan harus segera diproses secara hukum. Kemudian kami akan meminta dengan sangat kepada pemerintah Myanmar untuk menyeret dan menangkap pelaku pengrusakan tersebut” tambahnya.

KAMRA akan melakukan aksi solidaritas muslim Myanmar menuntut perwakilan pemerintah Myanmar di Jakarta pada Jumat (3/5) agar mereka segera bertindak untuk menghentikan segala kekejian yang dilakukan oleh militer maupun para biksu.

Menurut salah satu televisi di Myanmar, serangan tersebut terjadi karena seorang wanita yang menabrak biksu, sehingga mangkuk untuk menampung sedekah jatuh ke tanah. Setelah kejadian tersebut, kerumunan massa kemudian melempari batu ke arah sebuah masjid yang mengakibatkan sepuluh orang terluka dan delapan diantaranya cedera ringan.

Peristiwa ini adalah peristiwa terbaru yang terjadi di Yangon, Myanmar, setelah serangkaian serangan oleh warga pemeluk Buddha terhadap rumah-rumah Muslim, tempat-tempat usaha dan masjid-masjid pada Maret lalu. (L/P04/P015/P01).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply