AMERIKA MINTA SEMBILAN PANGKALAN MILITER DI AFGHANISTAN

Kabul, 29 Jumadil Akhir 1434/9 Mei 2013 (MINA) – Amerika Serikat (AS) telah meminta sembilan pangkalan militer di wilayah Afghanistan yang sedang dilanda perang.

Presiden Afghanistan, Hamid Karzai mengungkapkan hal itu ketika berpidato di Universitas Kabul pada Kamis (9/5) dengan menyebutkan wilayah yang diinginkan AS tersebut adalah Kabul, Bagram, Mazar-e-Sharif, Jalalalabad, Gardez, Kandahar, Helmand, Herat dan Shindand di provinsi Afhganistan sebagaimana yang dilaporkan oleh Khaama Press.

“Kami sedang melakukan negosiasi yang sangat serius dan halus dengan Amerika,” kata Karzai.

Karzai menambahkan bahwa Afghanistan juga memiliki tuntutan dan kepentingan dalam negosiasi tersebut.

“Tuntutan kami adalah AS meningkatkan upaya dalam proses perdamaian, memperkuat pasukan keamanan Afghanistan, memberikan dukungan nyata bagi perekonomian (listrik, jalan dan bendungan), serta memberikan bantuan dalam pemerintahan,” kata presiden Afghanistan ke-12 itu.

Karzai yang menjabat di periode kedua itu mengatakan bahwa Afghanistan akan siap menandatangani pakta keamanan jika sudah sepakat dalam negosiasi tersebut. “Ketika mereka (AS) melakukan hal ini, kami siap untuk menandatangani,” kata Karzai.

Pada 4 Mei, setelah menandatangani perjanjian keamanan bilateral, Karzai mengumumkan keputusannya untuk mengizinkan pasukan AS untuk tetap di Afghanistan melampaui batas waktu penarikan 2014. Washington dan Kabul menandatangani kesepakatan resmi kehadiran tentara AS untuk jangka waktu 10 tahun setelah 2014. Sementara menurut pejabat AS, jumlah kekuatan belum disepakati, antara 2.500 sampai 12.000 tentara.

Karzai telah mengkonfirmasi untuk pertama kalinya pada tahun 2011 bahwa pemerintahan Presiden AS Barack Obama telah meminta pembentukan suatu sistem pangkalan militer AS yang permanen di seluruh Afghanistan.

Amerika dan sekutu-sekutunya menginvasi Afghanistan pada tahun 2001 yang dengan dalih perang melawan terorisme. Serangan itu menghapus Taliban dari kekuasaan, namun ketidak amanan tetap tercipta di seluruh negeri meskipun dihadirkan ribuan pasukan asing. (T/P09/P01).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply