KEMENAG AKAN KIRIM DA’I KE THAILAND SELATAN

Jakarta, 27 Jumadil Akhir 1434/7 Mei 2013 (MINA) – Menteri Agama, Suryadharma Ali mengatakan, berencana mengirim beberapa da’i atau mubalig ke Thailand Selatan guna membawa misi perdamaian di daerah tersebut.

“Permintaan dari delegasi Thailand Selatan itu menyangkut bidang kebudayaan, dakwah, dan pendidikan. Tentu harus disambut dengan baik. Untuk itu, perlu disusun program dakwah dengan baik, karena kerukunan di Indonesia telah dijadikan sebagai inspirasi bagi kedamaian di kawasan tersebut,” kata Suryadharma Ali dalam rilis Kementerian Agama Indonesia yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA), Selasa (7/5).

Program pengiriman da’i ke Thailand Selatan itu sebagai realiasi pertemuan antara Kemenag dengan delegasi Pusat Pemerintahan Provinsi Perbatasan Thailand Selatan.

Belum lan ini, delegasi Pusat Pemerintahan Provinsi Perbatasan Thailand Selatan (The Southern Border Province Administative Center of The Kingdom of Thailand/SBPAC) dipimpin Kol. Pol. Tawee Sodsong bertemu dengan jajaran Kemenag. Mereka berharap Kementerian Agama Indonesia dapat memberi dorongan percepatan proses perdamaian di Thailand Selatan melalui kerja sama sosial, ekonomi dan budaya.

Kementeria Agama diminta ikut berperan untuk menengahi konflik di wilayah tersebut. “Kita harus bangga. Kita harus menerima amanah ini dengan baik,” kata Suryadharma Ali.

Hal lain juga menyangkut kerja sama pendidikan. Dari Thailand Selatan, khususnya bagi yang kurang mampu, akan diberi dukungan beasiswa. “Sebanyak 50 orang sudah menyatakan berkeinginan untuk belajar di Indonesia,” ujarnya.

Namun di sisi lain, ia berharap lembaga pendidikan Indonesia, termasuk perguruan tinggi Islam dan lembaga agama lain dapat memperbaiki kualitas.

“Ke depan beberapa dari Yordania, Maroko, Sudan dan sejumlah negara di Timur Tengah, sudah berkeinginan belajar di Indonesia. Indonesia sudah dijadikan model belajar baik bidang ilmu keagamaan maupun ilmu lainnya,” tambahnya.

Pada pertemuan itu, hadir Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin sebagai pembicara dan memberikan kontribusi kepada delegasi Thailand tersebut. Delegasi SBPAC terdiri dari kalangan pejabat, pemuka agama, kalangan akademisi, dan pimpinan media massa.

Menurut Sjafrie, pemerintah Thailand dapat memberikan suasana aman bagi warga Thailand Selatan dengan cara tidak menonjolkan kekuatan militer yang bisa menyebabkan warga setempat merasa tercekam. “Berilah suasana keamanan dan melakukan pendekatan dialog,” katanya. (T/P012/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply