KETUA IHH: KORBAN MAVI MARMARA TIDAK AKAN MUNDUR DARI SIDANG

Istanbul, 11 Rajab 1434/20 Mei 2013 (MINA) – Ketua Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH) Bulent Yildirim mengatakan Senin (20/5), bahwa para korban serangan Israel di kapal Mavi Marmara tidak akan pernah mundur dari pertarungan hukum mereka terhadap empat perwira militer Israel yang dituduh memerintahkan serangan itu.

Berbicara menjelang sidang kelima kasus Mavi Marmara di Pengadilan Caglayan Istanbul, Yildirim mengatakan keluarga korban dan IHH tidak akan pernah mundur pada kasus ini dan akan terus memprotes Israel sampai blokade dihentikan pada Palestina, lansir Todays Zaman yang dikutip MINA.

Yildirim menambahkan bahwa jika permintaan mereka tidak dipenuhi oleh pengadilan dan pejabat Israel dimaafkan karena tindakan bermusuhan mereka, maka seluruh dunia akan melihat bagaimana mereka mengisi jalan-jalan untuk memprotes keputusan tersebut.

Tuntutan pidana terhadap tentara Israel berada dalam lingkup kejaksaan, sehingga mereka hanya dapat dijatuhkan oleh keputusan jaksa, dan perjanjian internasional yang dibuat dengan Israel tidak akan memiliki efek pada mereka.

Jika pengadilan yang dijatuhkan di Turki, keluarga dan pengacara mereka mengatakan, mereka akan melanjutkan perjuangan mereka di lembaga-lembaga peradilan internasional seperti Mahkamah Eropa Hak Asasi Manusia (European Court of Human Rights/ECtHR) yang berbasis di Strasbourg, Perancis, dengan alasan bahwa peradilan Turki tidak benar melakukan tugasnya.

MV Mavi Marmara dibeli pada tahun 2010 oleh IHH, sebuah LSM Turki yang aktif sebagai organisasi amal di lebih dari 115 negara.

Intelijen dan Pusat Informasi Terorisme Israel, sebuah lembaga yang memiliki hubungan dekat dengan Angkatan Pertahanan Israel, bersama dengan beberapa pejabat pemerintah Israel, telah menuduh IHH mendukung terorisme, menyelundupkan senjata atas nama kelompok teroris, dan memiliki hubungan dengan al-Qaeda dan kelompok Jihad lainnya.

IHH menyangkal klaim tersebut. Greta Berlin, direktur dari Gerakan Pembebasan Gaza (Free Gaza Movement), menyebut klaim itu “benar-benar keji”, menyebut semuanya sebagai upaya oleh pemerintah Israel untuk mendiskreditkan gerakan mereka.

Akhir Mei 2010, kapal Mavi Marmara mengambil bagian dalam armada kapal yang dioperasikan oleh kelompok aktivis dari 37 negara dengan tujuan membawa bantuan secara langsung menembus blokade Israel atas Gaza.

Laporan dari wartawan di kapal dan laporan PBB mengenai insiden di kapal Mavi Marmara di perairan internasional menyimpulkan bahwa militer Israel melepaskan tembakan dengan peluru sebelum naik kapal.

Penumpang kapal berusaha untuk menggagalkan pendaratan di kapal oleh pasukan komando Israel, mengacungkan senjata buatan. Dalam bentrokan kekerasan itu, sembilan aktivis tewas, dan selusin aktivis terluka. Israel mengklaim 10 tentaranya terluka, satu serius. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

 

Leave a Reply