KETUA KISPA : PENGUNGSI SURIAH SANGAT MEMPRIHATINKAN

Ketua KISPA, Ferry Nur bersama seorang anak Yatim Suriah, Abdurrauf (7 bulan), Aleppo-Suriah, 20 April 2013. (MINA/KISPA)

Jakarta, 25 Jumadil Akhir 1434/5 Mei 2013 (MINA) – Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA), Ferry Nur menyatakan, keadaan pengungsi Suriah sangat memprihatinkan dan sangat memerlukan bantuan.

“Keadaan para pengungsi Suriah sangat memprihatinkan, mereka sangat sulit mencari kebutuhan hidup,” kata Ferry Nur kepada wartawan Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj News Agency) di Jakarta, Kamis (25/4).

Relawan yang baru tiba dari Suriah itu juga mengatakan, warga Suriah yang masih tinggal di tempat tinggalnya, berada dalam keadaan mencekam.

Ferry Nur bersama tiga relawan kemanusiaan KISPA, Irhamuddin, Abah Kasum dan Okvianto masuk Suriah dan menyampaikan bantuan melalui pintu perbatasan Bab Al-Hawa, perbatasan Turki-Suriah.

Saat berada di pintu perbatasan Bab Al-Hawa, Ferry Nur menyaksikan deretan kamp pengungsian sepanjang dua kilometer. “Ini menunjukkan banyaknya pengungsi warga Suriah yang berada di perbatasan,” ujarnya.

Dalam misinya, mereka bertemu warga Suriah yang tinggal di kamp pengungsian, di antaranya kamp pengungsi Salamah, daerah Idlib, yang menampung lebih dari 500 kepala keluarga.

Bantuan Pengungsi

Ferry Nur menjelaskan, para pengungsi Suriah yang berada di dalam maupun luar Suriah sangat memerlukan kebutuhan pokok, khususnya medis dan pendidikan.

“Di antara yang diperlukan bagi para pengungsi, yaitu kebutuhan pokok seperti kebutuhan makan, minum, mandi, dan penerangan. Mereka sangat memerlukan bantuan dari muslimin dunia,” tutur Ferry.

Selain kebutuhan pokok, para pengungsi khususnya di wilayah Idlib dan Aleppo juga membutuhkan tenaga medis, yaitu dokter spesialis dan obat-obatan.

Kebutuhan pendidikan juga dibutuhkan karena anak-anak yang menjadi korban hingga kini belum mendapatkan pendidikan yang memadai.

Ferry Nur juga menyampaikan ucapan terima kasih dan salam dari rakyat Suriah yang tinggal di kamp pengungsian kepada rakyat Indonesia yang memiliki perhatian dan kepedulian terhadap kondisi rakyat Suriah saat ini.

Sebelumnya, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mendesak kedua belah pihak, baik pemerintah maupun oposisi untuk mengakhiri pertempuran yang telah berlangsung dua tahun serta mendorong perundingan damai, dengan catatan tidak boleh ada campur tangan militer asing. (L/P02/R1).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

Leave a Reply