KHILAFAH PIMPIN PEMBEBASAN AL-AQSHA

Peserta Global March to Jerussalem (GMJ) tahun 2012, Ustadz Munawwar Zayyin (tengah) pada Talk Show Peradaban Islam “Bebaskan Masjid Al-Aqsha dan Palestina Bersama Mujahid Qur’ani dalam Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah” di Bandung, Ahad (19/5). (Doc. Rana/MINA)

Bandung, 9 Rajab 1434/19 Mei 2013 (MINA) – Peserta Global March to Jerussalem (GMJ) tahun 2012, Ustadz Munawwar Zayyin mengatakan, dunia menanti peran khilafah ‘ala minhajin nubuwwah dalam memimpin perjuangan pembebasan Al-Aqsha dan Palestina.

“Kami sampaikan pada pertemuan para aktivis GMJ dari berbagai negara, ketika pertemuan akbar di perbatasan Jordania-Palestina (30/3/2012), bahwa khilafah ‘ala minhajin nubuwwah telah hadir dengan membawa misi utama pembebasan Al-Aqsha,” ujarnya pada Talk Show Peradaban Islam “Bebaskan Masjid Al-Aqsha dan Palestina Bersama Mujahid Qur’ani dalam Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah” di Bandung, Ahad (19/5).

Dari rapat akbar itu, dilanjutkan dengan Konferensi Internasional untuk Pembebasan Al-Aqsha dan Palestina di Bandung (4-5 Juli 2012), yang antara lain dihadiri Imam Masjid Al-Aqsha Palestina Dr. Syaikh ‘Aly Al-Abasy, Ketua GMJ Internasional dari Jordania Dr. Ribhi Halloum, Direktur Middle East Monitor (MEMO) London, Dr. Daud Abdullah, dan sekitar 300 peserta dari 15 negara.

“Deklarasi Bandung untuk Pembebasan Al-Aqsha hasil dari konferensi itu, mengamanahkan kepada Muhyiddin Hamidy dari Indonesia sebagai Imaamul Muslimin atau Khalifah untuk memimpin pembebasan Al-Aqsha,” tambah Ustadz Munawwar.

Menurut laporan Nur Ikhwan Abadi, Delegasi Jama’ah Muslimin (Hizbullah) yang menjadi relawan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, umat Islam di Palestina, sangat merindukan kepemimpinan khilafah ‘ala minhajin nubuwwah.

“Beberapa orang bahkan mendatangi relawan Indonesia di lokasi pembangunan rumah sakit di kawasan Bayt Lahiya, mereka menunggu sosok khalifah dari Indonesia,” ujar relawan saksi sejarah di atas kapal bantuan untuk Gaza, Mavi Marmara itu.

Waliyul Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Jawa Barat, Ustadz Sony Sugema menegaskan, keberadaan dan pengamalan khilafah ‘ala minhajin nubuwah, yang terlahir dari bumi Indonesia tahun 1953, merupakan karunia dan ketentuan Allah yang patut disyukuri oleh umat Islam.

“Insya Allah, dengan khilafah ini, dengan kekuatan Al-Qur’an, Al-Aqsha kembali ke pangkuan muslimin, sebagaimana pemimpin terdahulu Umar bin Khattab dan Shalahuddin Al-Ayyubi membebaskannya,” tegas Sony, peserta Pelatihan (Daurah) Al-Quds dan Palestina di Shana’a, Yaman, tahun 2008 itu.

Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah di bawah kepemimpinan Muhyiddin Hamidy mencanangkan Ghazwah Fath Al-Aqsha (Jihad untuk Pembebasan Al-Aqsha) sejak tahun 2006. Kini secara bertahap atas izin Allah, alhamdulillah telah menempatkan 30 delegasinya di bumi Palestina, tambahnya.

“Insya Allah, saya juga mewaqafkan puteri saya, seorang dokter, untuk perjuangan Al-Aqsha,” ujar Ustadz Sony, yang pernah berziarah ke Masjid Al-Aqsha itu, diikuti teriakan “Allahu Akbar”, dari peserta pertemuan. (L/P02/R1).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply