KHILAFAH SOLUSI KEJAYAAN UMAT ISLAM

Waliyul Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Jawa Barat, Ustadz Sony Sugema (kedua dari kiri) pada Talk Show Peradaban Islam “Bebaskan Masjid Al-Aqsha dan Palestina Bersama Mujahid Qur’ani dalam Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah” di Bandung, Ahad (19/5). (Doc. Rana/MINA)

Bandung, 9 Rajab 1434/19 Mei 2013 (MINA) – Waliyul Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Jawa Barat, Ustadz Sony Sugema mengatakan, kepemimpinan khilafah merupakan solusi utama kesatuan dan kejayaan umat Islam.

“Kesatuan umat Islam dalam wujud pengamalan khilafah ‘ala minhajin nubuwwah, kepemimpinan yang mengikuti pola kenabian, merupakan solusi kejayaan umat Islam,” ujar Ustadz Sony, pada Talk Show Peradaban Islam “Bebaskan Masjid Al-Aqsha dan Palestina Bersama Mujahid Qur’ani dalam Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah” di Bandung, Ahad (19/5).

Menurut guru yang juga pakar teknologi informasi bidang pendidikan itu, umat Islam selalu hidup terpimpin sejak jaman nabi-nabi, hingga Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan masa khulafaur rasyidin Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan ‘Ali bin Abi Thalib. 

Kepemimpinan umat dilanjutkan hingga fase kerajaan Bani Umayah, Bani Abbasyiyah hingga Turki Utsmani, papar Pembina Aqsa Working Group (AWG) tersebut.

“Walau bergeser dari sistem khilafah ‘ala minhajin nubuwwah, akan tetapi seluruh kaum muslimin di dunia hidup terpimpin secara sentral di bawah seorang amir atau khalifah, sampai akhirnya dihancurkan oleh Zionis internasional tahun 1924” ujarnya di hadapan sekitar 500 peserta dari kalangan ulama, unsur ormas Islam, lembaga dakwah kampus, remaja masjid, pelajar muslim dan umat Islam lainnya.

Tentang perwujudan kesatuan umat, ulama Tasikmalaya, Jawa Barat, Ustadz Ahmad Sholeh menegaskan, merujuk pada surat Ali Imran ayat 103, dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, maka umat Islam wajib terpimpin dalam satu wadah Jama’ah Muslimin yang dipimpin seorang Imaam atau khalifah.

“Berdasar petunjuk Allah dan Rasul-Nya, fakta sejarah, bersih dari unsur politis, kita umat Islam bersyukur, dengan diamalkannya kembali Jama’ah Muslimin tahun 1953 sebagai khilafah ‘ala minhajin nubuwwah, sebagaimana diperintahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada umatnya,” tegas Ustadz Sholeh.

Ustadz Sony Sugema mengatakan, merupakan tanggung jawab bersama seluruh umat Islam di manapun berada untuk mengamalkan dan mendakwahkan pentingnya persatuan dan kesatuan umat Islam dalam wujud khilafah ‘ala minhajin nubuwwah. (L/P02/R1).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply