KOMISARIS UNI EROPA KRITIK YUNANI ATAS PENOLAKAN SUAKA SURIAH

Athena, 5 Rajab 1434/15 Mei 2013 (MINA) – Pejabat imigrasi untuk Uni Eropa mengritik Yunani karena menolak suaka pengungsi Suriah dan menahan migran lain berduyun-duyun berjalan ke perbatasan.

Yunani merupakan gerbang utama menuju Uni Eropa bagi migran dari Asia dan Timur Tengah.  Yunani menangkap lebih dari 8.000 pengungsi Suriah dengan illegal menyeberang ke Negara itu pada tahun lalu.

Kebanyakan pengungsi Suriah berlari menuju Eropa Utara, namun tertahan di Yunani.  Yunani membantah atas deportasi pengungsi Suriah, ia mengatakan bahwa berkewajiban untuk menahan siapa saja yang melintasi perbatasan secara illegal.

Setelah Komisaris Uni Eropa untuk Negeri Cecilia Malmstrom bertemu dengan perlindungan Warga Negara Yunani, Nikos Dendias Menteri di Athena mengatakan sistem suaka Yunani masih dibawah standar Uni Eropa dan bahwa akses tersebut penuh dengan hambatan.

Badan Pengungsi PBB mengatakan ketika konflik yang merenggut 70.000 nyawa, ribuan pengungsi Suriah melarikan diri, pada tahun lalu Yunani menolak 150 suaka dan hanya dua yang disetujui.  Menurut laporan kantor-kantor berita internasional dan media lokal seperti yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA), Rabu (15/5).

Malmstrom mengatakan bahwa komisi akan memantau kemajuan Yunani berkaitan dengan masalah ini.

“Yunani telah membuat kemajuan dengan mendirikan system suaka baru dan menutup penahanan, dengan kondisi suaka yang mengejutkan maka perlu menyiapkan ribuan pusat baru untuk suaka di seluruh negeri,” kata Malmstrom

“Banyak migran dan pencari suaka yang masih belum ditangani dengan cara yang bermartabat dan dengan tempat tidak layak,” tambahnya. (T/P013/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply