KONVOI PEJABAT QATAR DI SOMALIA DISERANG BOM MOBIL

Mogadishu, Somalia, 27 Jumadil Akhir 1434/6 Mei 2013 (MINA) – Konvoi yang membawa para pejabat dari Qatar di ibukota Somalia ditabrak mobil sarat dengan bahan peledak, Ahad (5/5), menewaskan 11 orang, Al Akhbar melaporkan yang dikutip MINA.

“Beberapa orang telah tewas, ledakan itu besar. Jumlah mereka yang tewas sekitar 11,” kata pejabat kepolisian, Mohamed Adan.

Empat pejabat pemerintah yang berkunjung dari Qatar bepergian dalam kendaraan lapis baja milik Kementerian Dalam Negeri saat konvoi diserang, tapi tidak terluka.

“Konvoi itu mengawal delegasi dari Qatar, polisi mengantar mereka ke daerah yang aman setelah mereka selamat dari serangan,” kata Jenderal Garad Nur, seorang komandan polisi senior, kepada wartawan.

Ledakan itu adalah yang terbaru dalam serangkaian serangan berdarah di ibukota. Petugas polisi lainnya mengatakan bahwa setidaknya 10 orang telah tewas.

“Para mujahidin telah melakukan serangkaian serangan yang pertama hari ini,” kata kelompok Al-Shabaab dalam pesan di Twitter.

Mobil itu meledak dekat sebuah kantor polisi di pusat bundaran K4, daerah sibuk dari Mogadishu di mana banyak orang berkumpul untuk minum teh di warung pinggir jalan.

“Saya melihat delapan mayat termasuk seorang wanita, beberapa dari mereka terbakar sangat buruk oleh api ledakan,” kata saksi mata Ali Yusuf. “Itu adalah pemandangan yang mengerikan.”

Seorang wartawan kantor berita Perancis di tempat kejadian mengatakan bahwa mobil lapis baja yang terkena serangan mengalami rusak pada jendela belakangnya. Sementara beberapa orang terluka dibawa ke rumah sakit.

Polisi menambahkan, bom kedua yang tersembunyi di pinggir jalan diledakkan dari jarak jauh, terjadi sekitar waktu yang sama di distrik Daynille, Mogadishu, menargetkan pasukan keamanan yang lewat, namun tidak ada yang terluka.

Serangan terjadi tepat sebelum sebuah konferensi akan diadakan di London, Selasa (7/5), untuk menyusun rencana meningkatkan keamanan dan pembangunan di Somalia yang dilanda konflik.

Lebih dari 50 negara dan organisasi akan mengambil bagian dalam pembicaraan yang dipandu oleh Presiden Somalia Sheikh Hassan Mohamud dan Perdana Menteri Inggris David Cameron.

Serangan terjadi sehari setelah komandan senior Al-Shabaab Ahmed Abdi Godane merilis sebuah pesan audio di mana ia mendesak para mujahidin untuk meningkatkan jumlah operasi syahid, sehingga secara permanen melumpuhkan rezim yang lemah.

Bulan lalu, Al-Shabaab meluncurkan serangan terkoordinasi yang kompleks, menyerbu gedung pengadilan utama dengan sebuah bom mobil yang menewaskan sedikitnya 34 orang di Mogadishu.

Pasukan Uni Afrika berkekuatan 17.000 tentara bergabung bersama pasukan pemerintah Somalia menghadapi Al-Shabaab, memaksa gerakan perlawanan itu mundur dari serangkaian kota-kota kunci. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA).

Leave a Reply