LAPORAN AHRAR : 100 PERSEN TAHANAN PALESTINA PERNAH DITAHAN SEBELUMNYA

Hebron, 4 Rajab 1434/14 Mei 2013 (MINA) – Pusat Studi Tahanan dan HAM Palestina, Ahrar, melaporkan semua tahanan administratif saat ini yang masih berada di penjara Israel tanpa tuduhan jelas adalah mantan tahanan yang telah berulang kali diculik dan dipenjarakan Israel.

Ketua Ahrar, Fuad Al-Khoffash mengatakan, Israel saat ini menahan 218 warga Palestina di bawah Penahanan Administrasi. Kebanyakan dari mereka berada di kamp militer Negev dan penjara Ofer, sedangkan sisanya di penjara Majiddo, Hadarim, dan penjara lainnya.

Khoffash menambahkan, 80 persen tahanan itu adalah pendukung gerakan Hamas serta beberapa dari mereka menghabiskan lebih dari 15 tahun setelah diculik dan ditahan beberapa kali tanpa dakwaan jelas.

“Sebagian besar tahanan  berasal dari  wilayah selatan Tepi Barat kota Hebron, diikuti Tepi Barat bagian utara, Nablus,” kata Khoffash seperti dikutip pusat media timur tengah (IMEMC) yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

Ketua Ahrar itu juga mengatakan, salah satu tahanan yang bernama Ayed Doudeen dari wilayah Hebron, sebelumnya menghabiskan sampai 15 tahun penjara, termasuk delapan tahun di bawah Penahanan Administrasi.

Selain itu, Nazeeh Abu ‘Oon, dulu sempat menghabiskan 13 tahun di penjara Israel dan kini berada di bawah Penahanan Administrasi karena ia diculik tentara Israel dua tahun lalu.

Selain itu, pusat Ahrar melaporkan, mantan Menteri Tahanan terpilih, Wasfi Qabha telah berada di bawah Penahanan Administrasi sejak dua tahun lalu. Israel saat ini menahan 13 anggota legislatif terpilih, termasuk sembilan diantaranya kini berada di bawah Penahanan Administrasi.

Pusat studi itu menyerukan tindakan hukum lokal, regional, dan internasional untuk mengekspos pelanggaran Israel yang sedang berlangsung terhadap semua tahanan politik Palestina, terutama tahanan administratif dalam rangka memastikan akhir dari praktek ilegal dan kebijakan Israel yang satu itu.

Tahanan yang berada di bawah Penahanan Administrasi bahkan tidak tahu apa tuduhan yang mereka hadapi karena Israel tidak memberikan dakwaan yang jelas dan mengatakan tidak akan memberi akses karena mereka memiliki “file rahasia” yang tidak  bisa diperlihatkan, bahkan kepada pengacara para tahanan sekalipun. (T/P03/P04)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply