LAPORAN PBB: APRIL BULAN PALING MEMATIKAN DI IRAK SEJAK 2008

Baghdad, 24 Jumadil Akhir 1434/4 Mei 2013 (MINA) – Sebuah laporan baru PBB mengungkapkan bahwa April telah menjadi bulan paling mematikan di Irak sejak tahun 2008 yang menewaskan lebih dari 700 orang di seluruh negeri, demikian lapor Press TV yang dikutip MINA.

Menurut angka yang dikeluarkan oleh Misi Bantuan PBB untuk Irak (UN Assistance Mission for Iraq/UNAMI), Kamis (2/5), sebanyak 712 orang tewas dan 1.633 orang lainnya luka-luka dalam aksi kekerasan di seluruh Irak pada bulan April.

UNAMI  juga mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 595 orang tewas dan 1.438 yang terluka adalah warga sipil, sementara sisa korban di antaranya pasukan keamanan Irak.

“Baghdad adalah kota yang terkena serangan terparah dengan total 697 korban sipil, diikuti oleh Diyala, Salahuddin, Kirkuk, dan Ninewa Anbar,” tambah pernyataan itu. Sumber berbeda menyebutkan bahwa lebih dari 400 orang tewas pada bulan April.

Telah terjadi gelombang kekerasan di Irak sejak 23 April, ketika pasukan keamanan bentrok dengan pejuang dan demonstran anti-pemerintah di beberapa kota, termasuk Ramadi dan Hawija.

Pada 29 April, para pejabat keamanan Irak mengatakan lebih dari 35 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam serangkaian serangan bom mobil yang  mentargetkan sebagian besar kota dan kabupaten di Irak.

Kamis , Martin Kobler, perwakilan khusus Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon di Irak, mendesak para pejabat Irak untuk mengambil langkah-langkah tegas untuk mengakhiri kekerasan yang terus meningkat.

Sementara itu, Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki juga menyerukan persatuan di antara rakyat Irak pada 25 April. Nouri juga memperingatkan bahwa ada kemungkinan untuk menyeret negara ke dalam konflik sektarian. (T/P09/P01).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply