MAHATHIR MOHAMAD: MESIR DAPAT CAPAI KEBANGKITAN EKONOMI

Kairo, 12 Rajab 1434/22 Mei 2013 (MINA) – Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengatakan bahwa Mesir dapat mencapai kebangkitan ekonomi dalam waktu singkat karena memiliki sumber daya alam luas dan sumber daya manusia yang membedakannya dari Malaysia pada saat memulai pembangunannya.

Mahathir Mohamad mengatakan hal itu pada Konferensi Pengalaman Pencerahan di Dunia: Studi Kasus Malaysia, di Kairo, Mesir, Ahad kemarin (19/5) seperti diberitakan Middle East Monitor (MEMO).

Mahathir diundang ke Mesir atas permintaan Partai Kebebasan dan Keadilan setempat untuk berbagi pengalaman bagaimana Malaysia membangun hingga mencapai kebangkitannya.

“Malaysia negara kecil dengan populasi beragam dari warga Muslim, China, Budha dan Hindu, namun bisa berkembang karena seluruh komponen berpartisipasi dalam membangun negaranya,” ujar Mahathir.

Menurut Mahathir, keberhasilan negaranya mengangkat perekonomian karena didukung juga oleh partisipasi partai-partai politik.

Masalah pokok yang menjadi prioritas kemajuan suatu bangsa adalah mengatasi pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan industri, dan pelatihan usaha kecil, paparnya, seperti dikutip Kantor Berita Islam MINA.

“Dengan meningkatnya tingkat perkembangan industri, Malaysia berhasil menciptakan lapangan kerja bagi generasi mudanya. Malaysia juga mengekspor 80 persen bahan baku dan menempatkan hanya 20 persen pada manufaktur,” jelasnya.

Menurut Mahathir, Malaysia mendorong investasi asing untuk pengembangan industri padat karya terutama elektronik. Pada bidang lainnya, Malaysia mereformasi sistem pendidikan berbasis pada pengembangan keterampilan tenaga kerja teknologi informasi untuk kepentingan ekspor.

Malaysia tidak cukup banyak memiliki keahlian dalam bidang manajemen yang dibutuhkan, untuk itu negaranya berani mengundang investor asing untuk menciptakan lingkungan kerja yang baik dengan tetap dalam pangawasan pemerintah,ujarnya.

“Penduduk Mesir adalah tiga kali warga Malaysia, sehingga masalahnya juga tiga kali lebih besar daripada Malaysia. Namun Mesir lebih diuntungkan dengan komposisi warganya yang kurang lebih sama, tidak terlalu beragam, keturunan Arab sekitar 90 persen dari seluruh penduduk, sangat memungkinkan untuk bangkit dalam perekonomiannya,” kata pendukung gerakan dinar dirham di Malaysia tersebut. (T/P08/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply