MANTAN PANGLIMA ISLAM DIPILIH JADI PRESIDEN JUBALAND SOMALIA

Mogadishu, Somalia, 6 Rajab 1434/16 Mei 2013 (MINA) – Mantan panglima perang Islam Ahmed Madobe terpilih sebagai presiden wilayah selatan Somalia, Jubaland, Rabu (15/5), setelah minggu tegang negosiasi antara faksi-faksi yang bersaing.

“Ahmed Madobe terpilih oleh mayoritas menjadi presiden Jubaland,” kata Abdi Nasser Serar, juru bicara konferensi dari 500 sesepuh suku dan pemimpin lokal yang memilih pemimpin, suatu langkah yang ditentang oleh pemerintah pusat dalam ibukota Mogadishu, lansir Modern Ghana yang dikutip MINA.

Delegasi mengatakan bahwa 10 orang memilih kandidat lain, 15 abstain, dan 485 suara yang mendukung Madobe.

Perjalanan hidup Madobe

Sheikh Ahmed Mohamed Islam alias Sheikh Ahmed Madobe atau Madobe adalah Ketua Gerakan Raskamboni.

Sebagai anggota Perstuan Pengadilan Islam (Islamic Courts Union/ICU), dia adalah gubernur Kismayo pada 2006. Ketika ICU digulingkan oleh  Angkatan Pertahanan Nasional Ethiopia, ia lari menuju asrama Kenya dalam kondisi terluka. Dia kemudian menerima perawatan medis di sebuah rumah sakit Ethiopia, kemudian ditangkap oleh Ethiopia.

Ketika parlemen Somalia diperluas menjadi 550 anggota parlemen, Madobe terpilih sebagai anggota parlemen  pada Januari 2009 dan dibebaskan dari penjara Ethiopia. Namun pada 4 April 2009, ia mengumumkan pengunduran dirinya dari parlemen.

Madobe adalah pemimpin Brigade Ras Kamboni (pendahulu gerakan Raskamboni) yang bersekutu dengan Hizbul Islam. Pada 1 Oktober 2009, terjadi konflik antara Hizbul Islam dan Al-Shabaab yang dimulai setelah terjadi perselisihan antara Brigade Ras Kamboni dan al-Shabaab yang mengambil alih Kisimayo.

Wikipedia menyebutkan bahwa Aliansi Pembebasan Somalia (Alliance for the Re-liberation of Somalia/ARS) dan Jabhatul Islamiya (JABISO), yang selaras dengan al-Shabaab di Hiiraan Mogadishu, menolak mendukung Brigade Ras Kamboni. Sedangkan kelompok Anole tetap netral.

 Pertempuran juga menyebabkan perpecahan dalam Brigade Ras Kamboni, antara faksi yang dipimpin oleh Ahmed Madoobe yang melawan al-Shabaab dan faksi yang dipimpin oleh Hassan al-Turki yang berpihak dengan al-Shabaab.

 Pertempuran Kismayo dimenangkan al-Shabaab yang kemudian mengusir  brigade Madobe dari kota. Dalam pertempuran berikutnya bulan November 2009, pasukan Madobe dikuasai oleh al-Shabaab dan sekutu lokalnya. Saat itu Madobe terpaksa menarik diri dari wilayah Lower Jubba dan sebagian besar Somalia Selatan.

Pada Februari 2010, cabang al-Turki menyatakan bergabung dengan Al-Shabaab. Tanggal 20 Desember 2010, Hizbul Islam juga bergabung dengan Al-Shabaab.

Gerakan Raskamboni kemudian bersekutu dengan Ahlu Sunnah Waljama’a dan Pemerintah Federal Transisi. Tanggal 15 Mei 2013, Madoobe terpilih sebagai presiden Jubaland, wilayah kunci selatan Somalia. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply