MENLU KUBA SERUKAN TUTUP GUANTANAMO

Kuba, 22 Jumadil Akhir 1434/2 Mei 2013 (MINA) – Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez Parrilla telah meminta Amerika Serikat untuk menutup penjara Teluk Guantanamo dan mengembalikan pangkalan militer ke Havana.

“Kami sangat prihatin tentang adanya  aksi kekerasan dan pelanggaran HAM di Guantanamo, Kuba wilayah yang dirampas oleh Amerika Serikat, pusat penyiksaan yang berada di bawah tahanan,” kata Parrilla dalam pidato kepada Dewan HAM PBB di Jenewa pada hari Rabu.

Parrilla membuat komentar sehari setelah Presiden AS Barack Obama berjanji untuk melakukan upaya baru untuk menutup penjara militer.

Amerika Serikat menahan 166 orang di penjara, dengan sebagian besar tawanan ditahan tanpa tuduhan atau pengadilan.

“166 orang telah ditahan di Guantanamo selama 10 tahun tanpa jaminan, tanpa diadili oleh pengadilan atau mendapat hak untuk pembelaan hukum,” kata menteri luar negeri mengatakan.

“Penjara tersebut dan pangkalan militer harus ditutup dan wilayahnya harus dikembalikan ke Kuba,” katanya.

Parrilla juga mengutuk aksi pemaksaan makan terhadap 20 pemogok makan yang hampir sebagian besar tahanan di penjara telah menolak makanan selama berminggu-minggu.

Seperti dikutip dari Press Tv, ada Sekitar 130 tahanan melakukan mogok makan untuk memprotes kondisi penjara dan siksaan terhadap mereka. Pada hari Selasa, PBB mengatakan bahwa pemaksaan makan kepada tahanan Guantanamo adalah melawan hukum internasional dan pelanggaran hak asasi manusia.

Pada tanggal 11 Maret, pengacara bagi para tahanan mengatakan bahwa aksi mogok makan itu dipicu oleh serangkaian penggeledahan yang dimulai pada 6 Februari, di mana sejumlah barang-barang pribadi, termasuk buku, CD, selimut, dan surat hukum, disita.

Fasilitas penahanan Guantanamo awalnya didirikan pada tanggal 11 Januari 2002 oleh mantan Presiden AS George W. Bush untuk menahan tersangka yang ditangkap di Afghanistan dan di tempat lain setelah serangan 11 September 2001.

Obama berjanji  pada awal 2009 untuk menutup fasilitas penahanan militer dalam waktu 12 bulan, tapi empat tahun berselang penjara kontroversial itu tetap saja dibuka. (T/P05/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply