MER-C LUNCURKAN GERAKAN RP 50 RIBU/ORANG UNTUK ALAT KESEHATAN RSI

Jakarta, 18 Rajab 1434/28 Mei 2013 (MINA) – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) meluncurkan gerakan Rp 50 ribu per-orang untuk pengadaan alat kesehatan dan interior Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza.

Berdasarkan perhitungan Tim Relawan Alat kesehatan RSI, dana yang dibutuhkan untuk melengkapi RSI sebagai sebuah RS Traumatologi dan Rehabilitasi mencapai Rp 65 Milyar.

“MER-C menutup bantuan asing untuk program RSI karena kami ingin RSI sebagai simbol persaudaraan Indonesia dan Palestina benar-benar murni dari rakyat Indonesia. Kami juga yakin kita rakyat Indonesia mampu mewujudkan amanah ini,” tegas dr. Sarbini, Ketua Presidium MER-C.

MER-C melakukan kampanye penggalangan dana tersebut dari Sabang sampai Merauke, semua lapisan masyarakat turut andil dalam pembangunan RSI Gaza tersebut.

Selain gerakan untuk perorangan, MER-C juga meluncurkan proposal alat kesehatan ruangan RSI yang ditujukan bagi perusahaan dan instansi dalam negeri yang ingin berpartisipasi.

Menurut Presidium Mer-C, dr. Joserizal Jurnalis,Sp.OT mengatakan, komitmen para relawan di Jalur Gaza sangat luar biasa, juga teman-teman di MER-C yang giat mencari pendanaan untuk pembangunan RSI Gaza tersebut.

“Kita memiliki program gerakan Rp 20 ribu, dan menjadi gerakan Rp 50 ribu untuk penyediaan alat-alat kesehatan tersebut,” ungkapnya.

Dia juga menyatakan, para relawan berjibaku dalam pembangunan RSI Gaza, buktinya adalah mereka bertahan ketika terjadi perang pada bulan November lalu. Meskipun mengalami kesulitan para relawan tetap bertahan.

Menurutnya, dana pembangunan RSI murni dari masyarakat Indonesia, menunjukkan betapa tingginya semangat rakyat Indonesia terhadap persahabatan dengan rakyat Palestina.

“RSI Gaza ini adalah sesuatu yang mampu kami berikan terhadap rakyat Gaza, yang telah diisolasi oleh Zionis Israel selama lima tahun lebih,” kata penulis buku “Jalan Jihad Sang Dokter” itu.

Dia menegaskan, Persahabatan rakyat Indonesia dengan rakyat Palestina bukan tanpa sejarah, mereka adalah salah satu penyokong terhadap kemerdekaan negara Indonesia.

Jadi ini bukan persahabatan yang baru. Maka, apabila mereka menderita kita juga merasa menderita dan kita ingin mengurangi rasa sakit mereka dengan memberikan hadiah RSI ini,” tegasnya.

Progress RSI sendiri sudah pada tahap kedua, berupa pekerjaan arsitektur dan ME (mechanical electrical). Pekerjaan tahap ini dilakukan oleh 33 relawan Indonesia yang seluruhnya unpaid volunteers (sukarelawan yang tidak dibayar). Pembangunan RSI direncanakan selesai pada akhir tahun 2013.

Seluruh relawan berasal dari Pondok Pesantren Al-Fatah binaan Jama’ah Muslimin (Hizbullah) berpusat di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, sebagai mitra dakwah dan ukhuwah MER-C. (L/P015/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply