MESIR DAN LIGA ARAB KUTUK SERANGAN UDARA ISRAEL DI SURIAH

Kairo, 26 Jumadil Akhir 1434/6 Mei 2013 (MINA) – Mesir dan Liga Arab mengutuk serangan udara Israel ke Suriah, Ahad (5/5), lapor Modern Ghana yang dikutip oleh MINA.

Mesir dan Liga Arab juga menuntut Dewan Keamanan PBB bertindak menghentikan serangan Israel terhadap negara yang dilanda perang tersebut.

Sementara itu, pihak kepresidenan Mesir dalam sebuah pernyataan mengatakan, serangan udara Israel melanggar hukum dan prinsip-prinsip yang akan memperumit situasi internasional.

Liga Arab, yang sepihak dengan Mesir, menuntut Dewan Keamanan PBB segera bertindak untuk mengakhiri serangan Israel terhadap Suriah yang digambarkan sebagai pelanggaran berbahaya terhadap kedaulatan sebuah negara Arab.

Sebelumnya, televisi pemerintah Suriah melaporkan bahwa serangkaian ledakan besar terjadi di ibukota disebabkan serangan roket Israel. Ledakan pada Ahad pagi tersebut menargetkan pusat penelitian militer di pinggiran ibukota. Pusat penelitian di Jamraya menjadi sasaran serangan Israel di awal Januari.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebuah organisasi pengamat yang berbasis di London, juga melaporkan beberapa ledakan di ibukota dan pedesaan sekitarnya.

Media pemerintah Suriah mengklaim setelah Israel menegaskan bahwa angkatan udaranya menyerang pengiriman rudal di Suriah yang ditujukan untuk Hizbullah Libanon. Israel berulang kali memperingatkan bahwa pihaknya siap untuk menggunakan kekuatan untuk mencegah senjata Suriah, termasuk senjata kimia agar tidak  mencapai kelompok Hizbullah.

Satu hari sebelum insiden terbaru, Presiden Barack Obama mengatakan bahwa terserah kepada Israel untuk mengkonfirmasi atau menyangkal setiap serangan, tetapi  Amerika tetap berkoordinasi sangat erat dengan Israel.

“Israel, dibenarkan, harus menjaga terhadap transfer persenjataan canggih untuk organisasi seperti Hizbullah,” kata Obama dalam siaran Telemundo TV berbahasa Spanyol.

Militer Israel mengerahkan beberapa ribu tentara cadangan awal pekan ini untuk latihan militer di perbatasan Israel dan Lebanon. (T/P09/P01).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply