MESIR BEBASKAN TENTARA YANG DICULIK DENGAN SELAMAT

Kairo, 13 Rajab 1434/23 Mei 2013 (MINA) – Presiden Muhamad Mursi memuji semua pihak yang membantu pembebasan tujuh sandera di Semenanjung Sinai pada Rabu pagi (22/5).

Mursi berbicara pada konferensi pers di bandara militer Al-Maza di Kairo tak lama setelah para sandera tiba pada Rabu pagi (22/5), sebagaimana media Mesir Ahram melaporkan dan dikutip MINA.

Seorang anggota angkatan bersenjata, empat petugas keamanan pelabuhan dan dua petugas keamanan negara dibebaskan Rabu pagi setelah ditahan oleh penculik selama hampir satu minggu di Sinai.

Presiden Mursi mengucapkan terima kasih kepada militer, kementerian dalam negeri, badan intelijen umum dan pemerintah karena membebaskan para sandera tanpa pertumpahan darah.

Mursi juga membayar upeti kepada syekh suku lokal atas kerjasama mereka dengan militer.

“Ini adalah contoh integrasi, kerjasama dan kohesi. Sebuah contoh memprioritaskan negara dan  mendahulukan kepentingan warga adalah tujuan kami,” kata Mursi.

Sebelumnya, Mursi berjanji akan membebaskan para tahanan dengan cepat dan aman. Tentara Mesir mengirim bala bantuan ke Semenanjung Sinai awal pekan ini sebagai bagian dari upaya untuk membebaskan para tawanan.

Para aparat pemerintah itu diculik oleh para pelaku yang menuntut pembebasan militan Sinai yang ditahan dua tahun lalu, kata sumber keamanan.

Para militan dihukum karena membunuh lima petugas keamanan dan seorang warga sipil dalam serangkaian serangan pada Juni-Juli 2011 di kantor polisi kota Al-Arish dan Bank Alexandria cabang Sinai utara. Sedikitnya, 25 orang didakwa dalam kasus tersebut.

Mursi bersumpah para penculik akan dimintai pertanggungjawaban.

Dia juga menyerukan bagi siapa saja yang memiliki senjata ilegal untuk menyerahkannya kepada pihak berwenang.

“Hanya angkatan bersenjata dan kementerian dalam negeri yang harus memiliki senjata sesuai dengan peraturan,” katanya.

Angkatan bersenjata mengadakan konferensi pers pada Rabu sore mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang krisis penyanderaan.

Insiden tersebut telah menempatkan Presiden di bawah tekanan dan membuat marah anggota pasukan keamanan.

Perbatasan Rafah Mesir persimpangan dengan Gaza dibuka kembali pada Rabu pagi setelah penjaga Mesir mengakhiri pemogokan lima hari  mereka sebagai protes atas penculikan itu.(T/P03/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply