MUSLIM AS-INGGRIS BERBAGI TIPS KEAMANAN

Washington, 20 Rajab 1434/30 Mei 2013 (MINA) – Membantu sesama Muslim untuk menjaga tempat-tempat ibadah mereka aman pasca pembunuhan seorang tentara di London, sebuah kelompok advokasi Muslim AS telah berbagi tips dengan Muslim Inggris untuk melindungi masjid mereka terhadap serangan.

“Kami berharap pedoman keamanan baru CAIR akan membantu tokoh masyarakat meningkatkan keamanan di masjid-masjid di Inggris selama masa krisis ini,” kata Ibrahim Hooper, Direktur Komunikasi Nasional Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) seperti dikutip OnIslam yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA), Kamis (30/5).

Serangan terhadap masjid di Inggris telah meningkat dalam beberapa hari terakhir di tengah pembunuhan seorang tentara Inggris yang pernah bertugas di Afghanistan, Jerman, dan Siprus di sebuah jalan ramai di Woolwich, London yang diduga dilakukan oleh dua pemuda yang mengaku mualaf, baru masuk Islam, pada Rabu (22/5).

Kelompok sayap kanan Inggris memanfaatkan peristiwa di Woolwich dengan mengampanyekan anti Islam dan Muslim. Meningkatnya insiden fobia terhadap Islam dilaporkan terjadi baru-baru ini seperti serangan terhadap masjid, vandalisme dan grafiti anti-Islam di tembok atau lingkungan masjid, serta gangguan terhadap warga muslim, termasuk anak-anak, saat mereka berjalan di tempat umum.

Sementara itu, kalangan komunitas Muslim dan para tokoh Islam Inggris mengutuk keras pembunuhan tentara Inggris tersebut. Kutukan keras itu dikeluarkan oleh komunitas Muslim di Inggris, seperti Dewan Muslim Inggris (MCB), Ramadhan Foundation, Islamic Society of Britain, serta para tokoh Muslim.

“Kami mengundang semua komunitas Muslim dan non-Muslim untuk menggalang solidaritas untuk memastikan kekuatan yang mengusung pernyataan bahwa kebencian tidak akan menang,” tegas Dewan Muslim Inggris (MCB) dalam pernyataannya.

Sebagai tanggapan atas peningkatan fobia terhadap Islam di Inggris itu, CAIR berbagi kiat keselamatan pedoman dengan MCB untuk membantu menjaga masjid terhadap serangan.

“Sementara kondisi mungkin berbeda antara kedua negara kita, banyak rekomendasi keselamatan CAIR dapat diterapkan dalam situasi apa pun,” kata Hooper.

Hooper mengungkapkan, panduan tersebut mencakup beberapa tips untuk menjaga masjid terhadap kemungkinan serangan.

Beberapa tips yang diberikan adalah melaporkan setiap ancaman yang terjadi, mengetahui responden darurat lokal, membatasi dan mengamati akses masuk masjid, memasang sistem keamanan dan alarm api (asap dan panas) yang terhubung ke polisi setempat dan pemadam kebakaran, serta membersihkan barang berpotensi bahaya kebakaran.

CAIR juga memberikan tips rencana jangka panjang dengan membentuk komite keamanan masjid untuk bekerja sama dengan penegak hukum setempat dengan tujuan mengembangkan rencana jangka panjang mengenai keamanan, penilaian ancaman, rencana krisis, dan pusat pelatihan.

CAIR adalah kelompok kebebasan sipil Muslim terbesar di Amerika. Didirikan pada tahun 1994 oleh penjabat Asosiasi Islam Palestina. CAIR bermarkas besar di Capitol Hill, Washington, DC, dengan kantor wilayah yang tersebar di Amerika dan Kanada.

Melalui hubungan media, lobi, dan pendidikan, CAIR menyajikan apa yang dipandangnya sebagai perspektif Islam terhadap persoalan-persoalan penting bagi publik Amerika, dan mencari cara untuk memperkuat komunitas Muslim Amerika, serta mendorong aktivisme politik dan sosial mereka. (T/P02/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply