MUSLIM INDONESIA SIAP DIALOG MASALAH ROHINGYA

Aksi demonstrasi "Selamatkan Muslim Rohingya" di depan Kedutaan Besar Myanmar untuk Indonesia di Jakarta, Jumat (3/5). (Doc. MINA/AR)

Jakarta, 24 Jumadil Akhir 1434/3 Mei 2013 (MINA) – Ketua Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab mengatakan, umat Islam Indonesia siap berdialog dengan wakil-wakil dari Myanmar untuk mencari solusi permasalahan Muslimin di Rohingya.

 “Umat Islam di Indonesia siap mengadakan dialog dengan wakil-wakil Myanmar di Indonesia untuk mencari solusi masalah Muslim di Rohingya,” kata Rizieq saat aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Myanmar untuk Indonesia di Jakarta, Jumat (3/5).

“Kita semua adalah saudara, penderitaan Muslim di Rohingya adalah penderitaan kita juga,” tegasnya.

Muslim Rohingya menjadi satu-satunya etnis yang paling tertindas di Myanmar sejak kemerdekaan negara tersebut pada 1948.

Rizieq juga menyatakan, pihaknya bersama elemen Muslimin lain di Indonesia siap mengirimkan bantuan medis dan keuangan untuk membantu Muslim Rohingya yang saat ini sangat membutuhkan bantuan karena kerusuhan di daerahnya.

“Kami sudah mengumpulkan dana serta obat-obatan dan kami siap mengirimkan tenaga medis serta bantuan lain ke Rohingya. Oleh karena itu, kami datang ke kedutaan Myanmar untuk mendesak mereka agar bisa memberikan ijin untuk sampai ke sana,” tambahnya.

Rizieq juga mengatakan, umat Islam Indonesia lebih mengutamakan cara-cara damai untuk mengatasi permasalahan di Rohingya. Namun jika cara damai tidak berhasil, maka umat Islam Indonesia akan mengirimkan relawan untuk berangkat ke Rohingya.

“Kita cinta damai dan kita mengutamakan cara-cara damai dalam masalah Rohingya ini. Jika dengan dialog dapat menghasilkan solusi yang baik, itu akan lebih baik. Namun jika cara-cara damai tidak membuahkan hasil, maka umat Islam akan mengirimkan relawan ke Rohingya,” tambahnya.

Dalam aksi tersebut beberapa perwakilan dari ormas-ormas Islam menemui Duta besar Myanmar untuk Indonesia, namun Duta Besar Myanmar tidak berada di tempat dan hanya di temui oleh wakilnya.

Menurut koordinator aksi demontrasi, Bernad Abdul Jabbar mengatakan, pihak kedubes Myanmar berjanji akan mengadakan dialog dengan mengundang ormas-ormas Islam untuk mencari solusi bersama dalam menyelesaikan permasalahan di Rohingya.

“Hasil pertemuan kami tadi diantaranya mereka berjanji akan membuka dialog dengan mengundang ormas-ormas Islam selambat-lambatnya dua hari kedepan,” kata Bernad yang juga Sekjen Komite Nasional untuk Advokasi Rohingya-Arakan (KAMRA).

Sementara itu, koordinator tim dokter yang akan berangkat ke Myanmar, Abdurrahim menyatakan ia siap mengabdikan dirinya untuk membantu Muslim Rohingya. “Ini adalah misi kemanusiaan yang semua agama pasti mengajarkannya,” kata Abdurrahim. (L/P04/P015/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply