MUSLIM NIGERIA KEMBALI TUNTUT HAPUS LARANGAN BERJILBAB

Lagos, 9 Rajab 1434/19 Mei 2013 (MINA) – Sebuah kelompok Muslim terkemuka Nigeria telah mengutuk larangan memakai jilbab oleh mahasiswa muslim di semua sekolah umum Lagos, ini sebagai pelanggaran hak-hak siswa untuk menjalankan agama.

“Kami belum mendengar adanya Negara atau publik yang melarang memakai jilbab adalah melanggar ketertiban hokum sekolah,” kata Obafemi Awolowo dari Alumni Universitas Asosiasi Muslim (UNIFEMGA) dalam sebuah demonstrasi.

“Jika, pemerintah Lagos atau kementrian membolehkan memakai jilbab ketika sholat dan membaca Al-Qur’an, kenapa tidak untuk memakai jilbab ke sekolah,” tambahnya, hal tersebut seperti pernyataan yang telah ditandatangani oleh Presiden Nasional, Prof Wahab Egbewole dan Abdur-rahman balogun, National Public Relations officer.

Pemerintah lagos telah melarang memakai jilbab di sekolah, pelarangan tersebut juga banyak dilakukan di Negara barat.

Muslim Nigeria telah menggugat terhadap pemerintah atas pelarangan memakai jilbab di sekolah.  Para pemimpin Muslim mengtaakan bahwa pelarangan jilbab adalah melanggar hak-hak keagamaan sebagaimana diuraikan dalam konstitusi.

“Kami ingin menyatakan dengan tegas bahwa dalam demokrasi maju, hak ini berlaku untuk setiap perempuan muslim,” kata para pemimpin Muslim seperti dilansir Onislam.net yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA), Ahad (19/5).

Jilbab merupakan pakaian wajib umat Muslim, bukan simbol dari agama.  Pakaian Muslim telah ada sejak Perancis melarang perempuan Muslim memakai jilbab di sekolah umum pada tahun 2004 lalu, sejak itu beberapa Negara mengikuti.

Klaim Pemerintah

Para pemimpin Muslim menolak kliam pemerintah bahwa jilbab dapat menyebabkan perpecahan dalam masyarakat. “Ini tidak dapat diterima bahwa jilbab menciptakan perpecahan dalam masyarakat yang diklaim komisaris saat konferensi pers pada Selasa lalu,” kata Obafemi.

“Hal ini sebenarnya merupakan penghinaan pada agama Islam dengan menyamakan perpecahan hukum,” tambahnya. Mereka juga mengecam tidak akan mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah tersebut jika mereka melarang memakai jilbab terhadap para siswi.

UNIFEMGA mendesak pemerintah Negara bagian Lagos untuk mengembalikan keputusan ini demi kepentingan perdamaian, persatuan, harmoni, kesetaraan dan keadilan. Nigeria, salah satu Negara yang paling religious di Dunia, Muslim terdapat 55 persen dan Kristen 40 persen dari 140 juta penduduk Nigeria. (T/P013/R2)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

 

Leave a Reply