NETANYAHU PERINTAHKAN PEMBEKUAN PEMBANGUNAN PEMUKIMAN

Jerusalem, 28 jumadil Akhir 1434/7 Mei 2013 (MINA) – Menurut laporan Radio Angkatan Darat Israel, Selasa (7/5), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memerintahkan untuk membekukan pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat, seperti dilaporkan Xinhua dan dikutip MINA.

Netanyahu memberitahu Menteri Perumahan Uri Ariel keputusannya sebelum ia berangkat ke Cina.

Ariel, dari partai nasional Rumah Yahudi (Jewish Home) adalah pemain utama dalam pembentukan beberapa pemukiman di dekade terakhir.

Baru-baru ini dia mengatakan bahwa jika pembangunan di permukiman akan dibekukan, partainya tidak akan mendukung anggaran 2013-2014 mendatang.

Perundingan perdamaian antara Israel dan Palestina terhenti pada tahun  2010 karena pembangunan Israel di pemukiman Tepi Barat.

Setelah PBB menerima Palestina sebagai negara pengamat non-anggota pada November lalu, Perdana Menteri Netanyahu memerintahkan pembangunan puluhan ribu unit perumahan di permukiman Tepi Barat, serta pemisahan teritorial E1 di Yerusalem Timur dengan wilayah Tepi Barat yang mengundang kemarahan masyarakat internasional.

Ini bukan pertama kalinya Netanyahu memerintahkan untuk membekukan pembangunan di permukiman Tepi Barat.

Dalam pidato di Universitas Bar Ilan Juni 2009, Netanyahu mendukung solusi dua-negara dengan “pihak Palestina demiliterisasi” berdampingan dengan Israel dan menyerukan untuk membekukan pembangunan di permukiman selama sepuluh bulan.

Laporan mengenai pembekuan terbaru ini terjadi di tengah sibuknya upaya yang dibuat oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk memulai kembali perundingan perdamaian antara Israel dan Palestina.

Senin, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan bahwa Menteri Luar Negeri John Kerry akan bertemu dengan Menteri Kehakiman Israel Tzipi Livni, ketua perunding Israel dengan Palestina, di Roma pada hari Rabu, yang akan menjadi pertemuan kedua mereka dalam waktu kurang dari seminggu.

Menurut pengumuman tersebut, keduanya bertemu untuk mewujudkan kerangka acuan untuk memperbarui proses perdamaian.

Mereka bertemu pada hari Kamis (2/5)  di Washington, membahas proposal Liga Arab untuk meluncurkan kembali inisiatif perdamaian 2002, menyerukan suatu perjanjian berdasarkan pada solusi dua-negara.

Presiden AS Barack Obama dan Kerry mengunjungi Israel pada bulan Maret dan Kerry telah kembali untuk kunjungan kedua bulan lalu. Kerry rencananya akan kembali ke wilayah itu segera.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Kamis  bahwa ia akan mendukung referendum pada kesepakatan perdamaian di masa depan yang dapat mempersulit upaya untuk mencapai kesepakatan akhir. (T/P09R2).

Mi’raj News Agency (MINA).

Leave a Reply