NIGERIA BEBASKAN SEMUA WANITA BOKO HARAM UNTUK DAMAI

Abuja, Nigeria, 12 Rajab 1434/22 Mei 2013 (MINA) – Pemerintah Nigeria mengumumkan Selasa (21/5), bahwa akan membebaskan semua perempuan dalam tahanan dan sejumlah tersangka yang diduga terkait kelompok Boko Haram, dalam rangka tawaran damai.

Pengumuman itu muncul di saat Nigeria sedang menekan kelompok pejuang dengan serangan selama hampir seminggu melawan pejuang Islam di timur laut negara itu. Sementara Palang Merah mengatakan sedikitnya 2.400 orang telah melarikan diri dari kekerasan di wilayah tersebut.

“Konsekuen pada arahan Presiden, Markas Pertahanan akan membebaskan sejumlah orang yang ditahan yang berhubungan dengan kegiatan teroris, itu termasuk semua perempuan di dalam tahanan,” kata pernyataan itu.

Kelompok Islam Boko Haram sebelumnya telah menuntut pembebasan semua tahanan perempuan, meskipun pernyataan Markas Pertahanan tidak menyinggung permintaan itu.

Pernyataan itu juga mengatakan langkah itu diambil terkait dengan rekomendasi dari sebuah panel yang dibentuk oleh presiden untuk mengeksplorasi pilihan dialog dengan para kelompok Islam, Independent Online melaporkan yang dikutip MINA.

“Sejalan dengan kemurahan hati Presiden untuk meningkatkan upaya perdamaian di negara itu, menghasilkan kebebasan bagi tersangka termasuk semua perempuan di dalam tahanan,” katanya.

Kontras dengan di lapangan

Namun berbeda dengan di lapangan, Nigeria meluncurkan operasi sweeping pada tanggal 15 Mei, mengerahkan ribuan pasukan di tiga negara bagian Adamawa, Borno dan Yobe setelah Presiden Goodluck Jonathan menyatakan keadaan darurat setelah gerakan Islam merebut tiga wilayah tersebut.

Jet tempur menargetkan benteng Boko Haram dalam serangan, berusaha untuk mengakhiri perlawanan yang berlangsung sejak tahun 2009. Hari Senin, militer Nigeria mengatakan telah menguasai kembali kontrol di lima wilayah terpencil timur laut. Dan sekitar 120 Muslim telah ditangkap dalam prosesi pemakaman seorang pemimpin pejuang.

Warga terperangkap dalam pertempuran antara militer pemerintah dengan kelompok pejuang. Jam larangan keluar selama 24 jam telah dicabut sejak Selasa menjadi 12 jam, memungkinkan warga untuk keluar memperlengkapi makanan dan persediaan lainnya.

“Saya berada dalam ruangan sejak Sabtu malam karena jam malam 24 jam,” kata seorang warga. “Saya harus keluar hari ini untuk mendapatkan uang di bank dan membeli makanan dan komoditas penting lainnya untuk keluarga saya.”

Namun, pemerintah tidak memberikan tanda bahwa operasi opensif itu akan berhenti dan pemerintah meminta dukungan dari negara tetangga Niger. “Seperti yang Anda tahu, ada operasi yang berlangsung di tiga negara bagian Nigeria dan kami berharap memiliki dukungan dari Republik Niger dalam pertempuran,” kata Menteri Luar Negeri Nigeria Nurudeen Muhammed.

Berbicara di Niger setelah pembicaraan dengan Presiden Mahamadou Issoufou, Muhammed tidak menjelaskan apa jenis dukungan itu. Militer Nigeria sebelumnya telah dituduh melakukan pelanggaran utama dalam memerangi Boko Haram. Aktivis kemanusiaan dan Amerika Serikat telah mengangkat keprihatinan atas pertempuran terbaru.

Palang Merah mengatakan Selasa, setidaknya 2.400 orang telah melarikan diri dari kekerasan di Nigeria Utara dan sedang disediakan perlengkapan darurat di wilayah Diffa Niger. “Orang-orang yang kebanyakan berasal dari Niger tetapi menetap di Nigeria beberapa waktu lalu, dalam beberapa kasus dekade lalu, benar-benar miskin,” kata Jean-Nicolas Marti, Kepala Komite Internasional Palang Merah delegasi untuk wilayah Niger dan Mali.

Palang Merah mencatat bahwa wilayah Diffa di awal tahun telah dilanda banjir parah. “Jika pemindahan penduduk terus terjadi pada kecepatan saat ini atau meningkat, ada risiko bahwa keseimbangan ekonomi dan makanan halus di daerah bisa hancur,” kata Marti. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

 

Leave a Reply