OBAMA DAN ERDOGAN BAHAS SURIAH

Washington, 7 Rajab 1434/17 Mei 2013 (MINA) – Presiden Amerika Serikat, Barack Obama dan Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan mengadakan pembicaraan di Washington untuk meningkatkan tekanan terhadap Presiden Suriah, Bashar al-Assad.

Obama mengatakan dalam sebuah konferensi pers dengan Erdogan di Gedung Putih pada kamis kemarin, satu-satunya cara untuk menyelesaikan krisis di Suriah adalah Assad menyerahkan kepemimpinan kepada pemerintah transisi.

Ia mengatakan, Turki akan berperan penting dalam proses tersebut, “Kita akan terus meningkatkan tekanan terhadap Assad dan bekerja sama dengan oposisi Suriah,” kata Obama.

Para pemimpin tersebut telah membuat agenda untuk penyelesaian krisis Suriah dan mereka sepakat bahwa senjata kimia adalah salah satu hal penting.

Erdogan mengatakan, penggunaan senjata kimia di suriah perlu adanya bukti dan informasi yang lebih spesifik sebelum memutuskan untuk melakukan tindakan.

Dalam konferensi pers tersebut Erdogan juga mengatakan, UNCHR melaporkan jumlah orang yang melarikan diri sejak awal krisis pada Maret 2011 telah mencapai 1,5 juta orang.

“Sekitar 400.000 pengungsi terdaftar di Turki,” kata Erdogan seperti dikutip Al-Jazeera yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

Pada Juni 2013 mendatang, Erdogan akan mengunjungi Gaza, meskipun adanya tekanan dari AS untuk menunda perjalanan tersebut.  

“Dalam kunjungan ini, tujuannya untuk perdamaian di Timur tengah,” tegas Erdogan. (T/P013/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply