PAMERAN DI WIMBLEDON GEMAKAN ISLAM AGAMA DAMAI

London, 2 Rajab 1434/12 Mei 2013 (MINA) –  Dalam upaya menghilangkan mitos tentang Islam yang mengatakan bahwa Islam adalah teroris, sebuah organisasi Islam internasional mengadakan pameran di Perpustakaan Wimbledon untuk menyebarkan berita tentang Islam agama yang damai.

“Kami adalah Islam yang benar. Saat ini setiap agama kehilangan esensinya sepanjang jalan dan ini saatnya untuk menghidupkannya kembali,” kata Ehsan Ullah Giny, anggota Asosiasi Muslim, South West London pada Sabtu, 11 Mei.

Kelompok, Asosiasi Muslim Internasional, didirikan di kota kecil Qadian, India pada 1889 yang mencoba untuk menghilangkan mitos tentang Islam yang buruk di mata dunia.

Pada pameran tersebut, organisasi ini menawarkan informasi gratis dan buklet tentang Islam dan organisasi itu sendiri.

Orang-orang juga didorong untuk mengunjungi masjid di Morden yang merupakan masjid terbesar di Eropa Barat.

Pameran yang akan selesai pada Ahad, (12/5) akan dihadiri oleh Muslim Inggris yang diperkirakan hampir 2,7 juta sebagaimana yang dilansir Onislam yang dikutip MINA.

Sebuah jajak pendapat Financial Times menunjukkan bahwa Inggris adalah negara yang paling mencurigai Muslim. Sebuah jajak pendapat dari Evening Standard menemukan bahwa London merupakan negara bagian yang cukup besar membuat opini negatif tentang Muslim.

Pencitraan

Pameran baru yang dilaksanakan oleh kelompok ini bertujuan untuk menyingkirkan beberapa pencitraan negatif seputar Islam yang sering digambarkan di media. “Istilah jihad sebenarnya berarti perjuangan. Sebuah perjuangan dengan diri sendiri untuk menjadi orang yang lebih baik dan berjuang untuk membantu masyarakat,” kata Giny.

Jihad sering dicontohkan oleh media Barat sebagai berarti “perang suci”.

Tapi cendekiawan Muslim telah berulang kali menegaskan bahwa kata Jihad, yang disebutkan dalam Al-Qur’an, berarti “perjuangan” untuk berbuat baik dan menghilangkan ketidakadilan, penindasan dan kejahatan dari masyarakat.

Karen Armstrong, penulis yang terkemuka dan produktif di Inggris pada tiga agama monoteistik, mengkritik mengibaratkan kata jihad berarti jihad.

Denga konsep pameran internasioanal, organisasi ini harus menghadapi perjuangan mereka terkadang  dengan lika-liku.

“Di beberapa negara Muslim kita dianiaya karena mereka mengatakan bahwa kita bukanlah Muslim sejati,” lanjut Giny.

Namun hal ini tidak membuat mereka berhenti dan mereka akan terus menggemakan dan memberitahu semua orang tentang fakta Islam yang sebenarnya.

“Kami ingin memberitahu orang-orang tentang fakta yang sebenarnya dari Islam,” jelas Giny.(T/P08/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply