SEKJEN OKI KUTUK LEDAKAN BOM DI PERBATASAN TURKI-SURIAH

Jeddah, 4 Rajab 1434/14 Mei 2013 (MINA) – Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Ekmeleddin Ihsanoglu mengutuk keras serangan bom mobil yang terjadi di Perbatasan Turki-Suriah, Reyhanli-Hatay pada Sabtu pagi kemarin (11/5) yang mengakibatkan sedikitnya 46 orang tewas dan puluhan mengalami luka-luka.

Ihsanoglu menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga para korban dan berdoa atas pemulihan cepat dari mereka yang terluka.

Dalam menegaskan kembali posisi OKI yang berprinsip melawan segala bentuk ekstrimisme dan terorisme, Ihsanoglu menegaskan bahwa seperti kegiatan teroris yang berulang dari fenomena ekstrimis dan kekerasan harus ditangani secara kolektif dan serius.

“Fenomena ekstrimis dan kekerasan harus ditangani secara kolektif dan serius,” kata Ihsanoglu dalam rilis resmi website OKI yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA), Selasa (14/5).

Sementara itu, dalam sebuah pernyataan pers, Presiden Dewan Keamanan PBB, Kodjo Menan dari Togo mengatakan, Dewan kemanan menegaskan kembali bahwa pelaku dalam ledakan bom merupakan salah satu ancaman paling serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional.

“Setiap tindakan kejahatan tidak dapat dibenarkan, terlepas dari motivasi mereka, dimanapun, kapanpun dan oleh siapapun yang melakukannya,” kata Menan seperti dikutip Kuwait News Agency (KUNA).

Dewan keamanan juga menegaskan tekadnya untuk memerangi segala bentuk kejahatan, sesuai dengan tanggung jawabnya berdasarkan misi PBB dan membawa pelaku ke pengadilan.

Menan mendesak semua negara, sesuai dengan kewajibannya dibawah hukum internasional dan Dewan Keamanan untuk bekerja sama secara aktif dengan pihak berwenang, yaitu dalam hal ini adalah Turki. 

Menteri dalam negeri Turki, Muammar Guler mengatakan, dua kendaraan yang membawa bom meledak di dekat kantor pos kota tersebut di mana bangunan kota mengalami kerusakan besar. Beberapa mobil yang benar-benar hancur dalam ledakan juga menyebabkan aliran listrik terputus, Press TV melaporkan.

Sebelumnya, sebuah laporan mengatakan empat ledakan mengguncang kota yang terletak hanya beberapa kilometer dari perbatasan Suriah.

Pada Februari lalu, tujuh belas orang tewas dan 30 lainnya terluka setelah sebuah minibus meledak di persimpangan perbatasan Turki-Suriah dekat Reyhanli.

Sementara itu dalam pembicaraan terkait di Istanbul, Erdogan mengatakan investigasi sedang dilakukan oleh pasukan keamaan Turki di daerah yang menjadi tempat bagi 25 ribu pengungsi Suriah itu.(P013/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply