PEMERINTAH BANGLADESH DIDESAK PENUHI TUNTUTAN ISLAM

Dakha, 9 Rajab 1434/19 Mei 2013 (MINA) – Sebuah kelompok bernama Hefajat-e-Islam Bangladesh (HIB) menuntut 13 tuntutan bagi pemerintah agar memenuhi dan membantu memecahkan masalah yang bergejolak di negara Muslim Asia.

“Permintaan 13 tuntutan Hefajat benar-benar tepat untuk Bangladesh sebagai negara Muslim,” kata Dr Imam Hossain.

Menurutnya, Pemerintah harus berdiskusi dengan mereka tentang bagaimana untuk mewujudkan tuntutan 13 poin yang mereka ajukan.

Kelompok ini menginginkan pemerintah untuk mengembalikan kepercayaan mutlak kepada Allah dalam konstitusi dan memberlakukan undang-undang anti penghujatan baru.

Tuntutan juga menyerukan untuk menghukum para blogger anti-Islam, menghentikan serangan terhadap ulama dan siswa madrasah dan membebaskan mereka.

Kelompok ini juga menyerukan untuk mengangkat pembatasan masjid, menyatakan Ahmadiyah sebagai non-Muslim dan membuat pendidikan wajib Bangladesh Islam.

Rapat Umum yang diselenggarakan oleh HIB awal bulan ini menekan pemerintah untuk memenuhi tuntutan, namun berubah menjadi serangan mematikan setelah pasukan keamanan menyerang demonstran.

Jumlah pasti dari kematian selama demonstransi berlangsung pada 5-6 Mei masih belum jelas, dengan jumlah angka 11 kematian dari ribuan demonstran oleh pernyataan resmi pemerintah dari penyelenggara.

Sumber berita independen mengatakan jumlah tewas mencapai sekitar 50 orang, dan yang lainnya cedera. “Aksi kekerasan bersenjata pada Hefajat oleh pemerintah benar-benar langkah yang salah,” kata Hossain.

Hossain menegaskan pemerintah harus menjelaskan pembunuh yang salah dan besar dalam sejarah.” Profesor Ataur Rahman, seorang guru senior ilmu politik di Universitas Dhaka, setuju dengan perkataan Hossain.

“Tindakan keras oleh badan-badan penegak hukum pada demonstrasi damai Hefajat di Dhaka tidak benar. Semacam tindakan keras tidak dapat diterima di negara demokrasi,” katanya. Ia mendesak pemerintah untuk membentuk sebuah komite untuk bekerja sama dengan HIB pada pelaksanaan tuntutan.

Hentikan Penghinaan

Warga setempaat juga mengutarakan pendapat bahwa pemenuhan tuntutan HIB itu akan membantu mencegah penghinaan terhadap Muslim dan agama mereka.

“Jika penyebab orang mencemarkan dan menghina dengan gambar Perdana Menteri, maka dia akan dihukum tapi mengapa tidak menghukum siapa saja yang menghina Nabi kami Muhammad,” kata Muhammad Mamtajuddin, seorang pengusaha.

Dia menegaskan dukungan bagi tuntutan kelompok undang-undang anti-penghujatan baru untuk mencegah penghinaan terhadap agama Islam. “Jadi permintaan 13 poin mereka cocok sebagai negara Islam.”

Bangladesh bergejolak selama persidangan pemimpin Islam pada tuduhan kejahatan perang selama perang kemerdekaan 1971. Ketegangan lebih meningkat selama postingan sebuah blogger memfitnah Islam dan Nabi Muhammad saw.

Pergolakan juga diikuti amandemen konstitusi yang menghilangkan prinsip-prinsip negara untuk beriman kepada Allah Swt. Lebih dari 100 orang telah tewas dalam bentrokan tahun ini dalam bentrokan antara kelompok Islamis dan pasukan keamanan.

“Tuntutan 13 point permintaan Hefazat-e-Islam adalah hak-hak dasar dan fundamental dari para pengikut Islam,” kata Sheikh Abu Taleb, seorang reporter staf surat kabar berbasis di Dhaka secara online yang menyaksikan bentok polisi.

Ia mengatakan para pendukung HIB telah berkumpul di Dhaka untuk menekan pemenuhan tuntutan mereka. “Paranoid dengan pemikiran kehilangan kekuasaan pemerintah mengambil keputusan untuk mengevakuasi daerah tersebut dengan kekerasan,” katanya.

Bangladesh adalah terbesar ketiga negara mayoritas Muslim di dunia dengan jumlah penduduk sekitar 148 juta sebagaimana yang dilansir oleh Onislam dan dipantau MINA.(T/P08/R2)

MINA ( Mi’raj News Agency)

 

 

 

 

Leave a Reply