PEMIMPIN HARUS MAU WAKAFKAN HIDUPNYA UNTUK RAKYAT

Diskusi Umum "Kepemimpinan yang Berkeutamaan" di Jakarta, Rabu (15/5). (Doc. MINA)

Jakarta, 6 Rajab 1434/15 Mei 2013 (MINA) – Seorang pakar ilmu hukum dan tata negara, Saldi Isra mengatakan, siapapun yang menjadi pemimpin harus rela mewakafkan seluruh hidupnya untuk kepentingan rakyat.

“Seorang pemimpin yang dipilih rakyat harus rela mencurahkan seluruh waktunya untuk mengurusi kepentingan rakyatnya,” kata Saldi dalam diskusi nasional bertema “Kepemimpinan yang Berkeutamaan” di Jakarta, Rabu (15/5).

Dia mengungkapkan, seorang pemimpin juga harus mau berkorban untuk rakyatnya agar mereka bisa hidup aman dan sejahtera seperti yang telah dilaksanakan oleh sahabat Rasulullah SAW, Umar Ibnu Khatthab.

“Khalifah Umar pada suatu malam pernah mengunjungi rakyatnya yang sedang memasak batu untuk membujuk anaknya yang sedang menangis. Akhirnya khalifah Umar sendiri yang mengangkat sekarung gandum dan memberikan sejumlah uang untuk keperluan keluarga tersebut,”ungkapnya.

Lebih lanjut Saldi menyatakan, karakter pemimpin sejati harus dibangun mulai dari keluarga. Karena dari keluargalah seseorang akan memiliki karakter yang kuat.

“Sejak dini sebuah keluarga harus menanamkan karakter kepemimpinan kepada anak-anaknya. Karena dari situlah awal seseorang belajar menjadi pribadi-pribadi yang tangguh dan berkarakter kuat,” tambahnya.

Dalam konteks Umat Islam Indonesia yang akan memilih pemimpin berikutnya, Saldi sangat mengharapkan muncul kandidat-kandidat Umar Ibnu Khatthab yang sangat peduli terhadap kepentingan Dan kesejahteraan rakyatnya.

Dalam acara diskusi itu dihadiri oleh para tokoh dan ulama seperti Sholahuddin Wahid, pengamat politik Efendy Ghazali, aktivis reformasi dan tokoh lainnya. (L/P04/P02/P01).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply