PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR HARUS DI LAKUKAN SECARA INOVATIF

 Jakarta, 29 Jumadil Akhir 1434/9 Mei 2013 (MINA) – Direktur Jenderal sumber daya air, Mohammad Hasan mengatakan, bahwa pengolaan sumber daya air harus dilakukan secara inovatif, hal ini seperti disampaikan pada penutupan acara pameran pengelolaan sumber daya air, Jakarta (9/5).

“Pengolaan sumber daya air harus dilakukan secara inovatif, masyarakat, LSM, aktivis dan seterusnya, memang sudah seharusnya peduli air,” kata Mohamad Hasan.

“Hampir sebagian besar rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan meriah, dengan 10 ribu pengunjung yang hadir,” kata Hasan mengapresiasi prestasi panitia. 

Menurut laporan kementrian pekerjaan umum, Indonesia yang mayoritasnya beragama Islam, mempunyai jumlah orang miskin mencapai 39,5 juta atau sekitar 17 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

“Sulit mengharapkan dari keluarga miskin menyediakan sendiri akses atau layanan sanitasi yang baik untuk kebutuhan mereka sendiri,” kata Hasan.

Dalam laporan itu disebutkan, Indonesia mengalami kerugian karena sanitasi yang buruk, ini termasuk aspek kesehatan mencapai Rp 29,5 triliun, Air Rp 13,3 triliun, lingkungan Rp 0,8 triliun.

Padahal, dengan investasi yang lebih baik pada sektor ini, negara bisa melakukan penghematan ekonomi sebesar Rp 40 triliun.

Kondisi sanitasi yang buruk ini menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 58 triliun per tahun untuk menutup biaya pengobatan, perawatan kesehatan, kematian bayi dan hilangnya waktu produktif. (L/P04/P015/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply