MESIR SAMBUT HANGAT PENGUNGSI SURIAH

Kairo, 7 Rajab 1434/17 Mei 2013 (MINA) – Lebih dari satu juta warga Suriah telah melarikan diri dari konflik di tanah air mereka, mencari perlindungan ke negara-negara terdekat. Mereka mendarat di Mesir dan mendapat sambutan hangat di negara tersebut.

Mesir dan Suriah pernah terikat dalam Republik Persatuan Arab. Mesir memberikan fasilitas sekolah dan kesehatan bagi pengungsi Suriah pada September lalu.   

Wael Mustafa meninggalkan Suriah beserta keluarganya pada tahun lalu setelah rumahnya hancur dan mencari keamanan ke Beirut, kemudian ke Kairo.

“Di sini saya mulai dari nol, karena di sini semuanya mudah, termasuk mencari pekerjaan,” kata Mustafa kepada Muslim Village yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA), Jum’at (17/5).

Wael merupakan salah satu dari 140.000 pengungsi Suriah di Mesir, hampir setengah dari mereka mendaftarkan diri ke PBB sebagai pengungsi.

“Mereka bukan pejuang, tapi mereka hanya orang-orang kelas menengah yang harus melarikan diri dari kekerasan di tanah mereka sendiri,” kata Sadek, seorang dari Universitas Amerika di Kairo.

Menurut laporan PBB, jumlah pengungsi yang melarikan diri mencapai sekitar satu juta pada tahun lalu. Setengah dari jumlah tersebut adalah anak-anak. 

Sementara itu, United Nations High Commissioner for Refugees (UNCHR) menyatakan bahwa selain pengungsi, 22 juta orang telah terlantar dan lebih dari empat juta membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Pada tahun lalu, tercatat 33.000 pengungsi di badan PBB. UNCHR melaporkan, 400.000 warga Suriah telah melarikan diri sejak 1 Januari.  Pengungsi telah melarikan diri terutama ke Lebanon, Yordania, Turki, Irak dan Mesir. (T/P013/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply