PENGUNGSI ROHINGYA TERANCAM BADAI

Yangon – Myanmar, 4 Rajab 1434 / 14 Mei, 2013 (MINA) – Sekitar 140.000 pengungsi Rohingya yang tinggal di tenda-tenda atau rumah darurat terancam badai angin topan Mahasen di Teluk Benggala, Myanmar.

Menurut Departemen Meteorologi dan Hidrologi Myanmar, Topan tersebut diperkirakan akan mendarat di suatu tempat dekat perbatasan Myanmar-Bangladesh itu pada Kamis pagi (14/5).

Badai Mahasen yang membawa angin hingga sekitar 100 kilometer (60 mil) per jam, bisa menjadi badai angin topan yang dahsyat selama 24 jam.

“Ada orang-orang yang masih tinggal di tenda-tenda sementara, sekarang kita mulai pindahkan karena mereka membutuhhkan penampungan yang permanen dan lebih kuat,” kata Myo Thant, juru bicara pemerintah negara bagian Rakhine seperti dilansir thestateless.com dan di pantau oleh MINA (14/5).

Myo Thant mengatakan, tidak yakin dengan kapasitas tempat penampungan yang ada, terletak di ibukota negara Sittwe, dan menurutnya tidak cukup untuk menampung semua pengungsi.

“Sisanya akan dikirim untuk tinggal bersama kerabat di desa-desa dan gedung sekolah terdekat,” ungkap Myo Thant.

Radio lokal dan pengeras suara memperingatkan badai topan akan terjadi dan menyampaikan pesan kepada orang-orang yang berada di desa-desa di wilayah Rakhine, salah satu negara bagian paling miskin dan terpencil di Myanmar.

Hal tersebut memperingatkan pada peristiwa angin topan Nargis pada Mei 2008 lalu yang menghancurkan wilayah Delta Irrawaddy-Myanmar serta menewaskan sekitar 140.000 orang.

Badan PBB untuk urusan pengungsi mengatakan, persiapan sedang dilakukan untuk menyediakan tempat penampungan hingga 13.000 orang pengungsi di Sittwe.

Banyak kamp-kamp yang terletak di daerah pesisir dataran rendah rentan terhadap gelombang pasang.

Para pengungsi Muslim Rohingya terancam musibah berikutnya, setelah tertimpa kekerasan dan pembunuhan etnis yang terjadi sejak Juni tahun lalu.

Myanmar menganggap sekitar 800.000 warga Rohingya sebagai imigran ilegal. Badan HAM Human Right Watch (HRW) menyatakan, Myanmar telah melakukan kampanye pembersihan etnis Rohingya.

Ribuan Rohingya telah melarikan diri dari tindakan kekerasan kelompok ekstrimis Buddha dengan kapal-kapal kecil, sebagian besar diyakini menuju Malaysia. (T/P015/P02).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

Rate this article!

Leave a Reply