BADAI MAHASEN PAKSA RIBUAN WARGA MYANMAR MENGUNGSI

Sittwe, 5 Rajab 1434/15 Mei 2013 (MINA) – Seorang wartawan, Wayne Hay melaporkan dari Sittwe-Myanmar, badai Mahasen diperkirakan akan melanda wilayah Myanmar bagian barat memaksa 130.000 orang meninggalkan wilayah itu.

“Badai ini termasuk angin kencang, hujan lebat, dan mungkin gelombang dari laut hingga ketinggian 1,5 meter. Pemerintah setempat telah memindahkan para pengungs,” kata Wayne Hay seperti dikutip Al Jazeera yang dipantau MINA.

Hay menyatakan, sebagian orang di kamp pengungsian tidak mempercayai bahwa itu akan terjadi. Beberapa dari mereka mengatakan mereka sedang dipindahkan ke tempat yang lebih berbahaya.

Myanmar adalah negara mayoritas beragama Buddha, sekitar lima persen dari 60 juta penduduknya adalah Muslim. Mereka menghadapi kampanye anti-Muslim yang tumbuh dalam pimpinan para biksu Buddha radikal.

Badai Topan Mahasen

Menurut ahli cuaca Eric Leister sebagaimana dilansir Accuweather.com, Badai Topan Mahasen sedang menuju ke utara Samudara India, Teluk Bengali, dan Andaman yang berakhir di Bangladesh. Dalam beberapa hari ke depan pembentukan awan di daerah itu akan terus membesar.

“Badai ini dapat mengancam jutaan orang yang berada di bagian utara India, Bangladesh, hingga Myanmar,” ujar Eric.

Gambar yang diambil oleh satelit Aqua NASA pada Senin kemarin menunjukkan badai pusat timur laut dari Sri Lanka dengan kecepatan sampai 50 knot (92 Kilometer Per Jam/Kph). Badai angin diperkirakan akan meningkat menjadi 130 Kph saat bergerak ke utara.

Mahasen, juga dikenal dalam beberapa catatan sebagai Mahasena, adalah raja Sri Lanka yang memerintah negara itu pada 277-304 M. Dia disebut telah merintis pembangunan tangki besar (waduk irigasi) di Sri Lanka, sebanyak enam belas waduk. Ia adalah anak bungsu dari Raja Gothabaya (253-266 M). Kakaknya dan pendahulunya adalah Raja Jetthatissa, yang memerintah pada 266-275 M. (T/P015/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply