PEJUANG SOMALIA TEMBAK JATUH PESAWAT MATA-MATA AS

Mogadishu, 19 Rajab/29 Mei 2013 (MINA) – Para pejuang al-Shabab Somalia berhasil menembak jatuh sebuah pesawat tanpa awak (drone) milik angkatan militer AS di wilayah Somalia Selatan, Selasa (28/5).

Abdikadir Mohamed Nur, gubernur wilayah Lower Shabelle mengatakan, para pejuang al-Shabab telah menembak pesawat tak berawak AS di atas kota pesisir selatan ibukota Mogadishu.

“Akhirnya mereka berhasil menembaknya dan pesawat itu pun jatuh,” ungkap Abdikadir.

Menurut laporan dari Press TV yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA), Amerika melakukan banyak serangan  mematikan di negara-negara seperti Somalia, Yaman, Afghanistan, dan Pakistan.

Sebelumnya pada  Ahad, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry membela penggunaan drone sebagai alat untuk memerangi terrorisme, ia mengatakan pesawat itu digunakan untuk melawan “target sasaran teroris yang sudah dikonfirmasi pada tingkat tertinggi setelah banyak melakukan pemeriksaan”.

Pada 23 Mei, Presiden Barack Obama juga membela penggunaan drone AS sebagai pembunuhan legal dan efektif. Namun, beberapa laporan termasuk laporan oleh para peneliti di Stanford dan sekolah hukum NYU, telah menunjukkan sebagian dari mereka yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS adalah warga sipil.

“Jumlah militan ‘tingkat tinggi’ yang terbunuh terlihat dari persentase total korban sangat rendah – diperkirakan hanya 2% (kematian)”, kata laporan itu.

Baru-baru ini, antiwar.com melaporkan bahwa CIA akan tetap bertugas menjalankan apa yang disebut program ‘membunuh target’ di Pakistan. Sementara itu, sebelumnya dilaporkan bahwa program pesawat tak berawak AS itu harus bergeser dari CIA ke Pentagon.

Selama pidato di Easley Rotary Club di Easley South, Carolina pada 19 Februari, Senator Lindsey Graham membeberkan rahasia perkiraan jumlah korban akibat serangan drone AS. Graham mengatakan, “Kami telah membunuh setidaknya 4.700 jiwa. Kadang-kadang kami menembaki orang tak bersalah,” tambah Graham. (T/P05/P01).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply