POLISI ISRAEL TANGKAP PENJAGA MASJID AL- AQSHA

Al-Quds (Yerusalem), 19 Rajab 1434/ 28 Mei 2013 (MINA) – Polisi Israel menangkap seorang penjaga Masjid Al-Aqsha, Samer Qweider, setelah ia mencoba untuk menghentikan sekelompok pemukiman Yahudi untuk tidak melakukan ritual keagamaan mereka di kiblat pertama umat Islam itu.

Yayasan Al-Aqsa untuk Wakaf dan Warisan mengatakan dalam sebuah pernyataan, Senin (27/5), sekitar pukul 07.45 waktu setempat, sekelompok pemukim Yahudi menyerbu Masjid Al-Aqsa melalui gerbang al-Magharibah, sebelah barat Al-Aqsa di bawah perlindungan polisi Israel.

Para pemukim Yahudi memasuki masjid dalam upaya untuk melakukan ritual Talmud di halaman masjid, PNN melaporkan yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

Qweider berusaha untuk menghentikan para pemukim Yahudi yang melakukan ritual dan meminta polisi Israel membawa mereka keluar dari halaman masjid. Namun sebaliknya, polisi menangkap Qweider dan membawanya ke kantor polisi terdekat.

Menyusul penangkapan penjaga Masjid Al-Aqsha, kelompok pemukim Yahudi lainnya diizinkan memasuki masjid untuk melakukan ritual dengan cara memprovokasi jamaah muslim yang berada di sana.

Mereka melakukan ritual Talmud di Masjid Marwani menuju Kubah Batu (Dome of Rock) yang berada di pelataran Majid Al-Aqsa.

Selain itu, Polisi Israel menyerbu Masjid Kubah Batu dan menghalangi pekerjaan renovasi yang dilakukan oleh petugas dari Departemen Wakaf  dan Warisan Islam Palestina.

Yayasan Al-Aqsha mengungkapkan rasa solidaritas dan dukungan pada penjaga Masjid Al-Aqsha dan memperingatkan lebih banyak pelanggaran dilakukan penjajah Israel di Masjid AlAqsha dan tempat suci umat Islam serta menyerukan untuk segera ikut campur tangan dalam menjaga Masjid AlAqsa.

Sementara itu, jamaah muslim dan mahasiswa Palestina melakukan aksi protes atas serangan para pemukim Yahudi yang berulang dan meningkat terhadap Masjid Al-Aqsha yang bertujuan untuk membagi masjid antara Muslim dan Yahudi.

Masjid Al-Aqsa merupakan tempat paling suci ketiga bagi umat muslim, hal ini berkaitan dengan peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam, dimana Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam naik ke Sidaratul Muntaha melalui tempat itu.

Masjid Al-Aqsa berada di bawah penjajahan Israel yang memulai penjajahannya atas Palestina sejak 1948 lalu. Hingga kini, Israel berusaha melegalkan usahanya dalam meruntuhkan masjid Al-Aqsa untuk dibangun diatasnya haikal sulaiman. (T/P010/P02)

MINA (Mi’raj News Agency)

Leave a Reply