PRESIDEN AFGHANISTAN DESAK PENUTUPAN PENJARA GUANTANAMO

Kabul, 23 Jumadil Akhir 1434/3 Mei 2013 (MINA) – Presiden Afghanistan Hamid Karzai dalam kunjungan singkat di Denmark, Kamis (2/5), mendesak Amerika Serikat (AS) menutup penjara Guantanamo, demikian menurut laporan Khaama Press yang dikutip MINA.

Pernyataan Karzai muncul ketika Presiden AS, Barack Obama sedang mempertimbangkan dorongan baru tentang penutupan penjara Guantanamo di hadapan Kongres AS. Namun Kongres tidak menyutujui usulan penutupan tersebut.

“Saya dari awal menjadi pendukung yang sangat kuat untuk ditutupnya penjara Guantanamo,” kata Karzai.

Obama menandatangani sebuah perintah untuk penutupan segera penjara Guantanamo setelah dia menjabat. Namun Kongres menggunakan kekuatan anggaran untuk memblokir upaya pemindahan tahanan ke Amerika Serikat.

Sementara itu, Karzai selama kunjungannya ke Denmark mengatakan Afghanistan telah meminta pemerintah AS untuk membebaskan tahanan Afghanistan yang ditahan di Guantanamo.

“Kami telah melakukan kontak dengan AS selama beberapa tahun tentang pembebasan mereka (tahanan),” kata Karzai.

Karzai melakukan kunjungan regional dan tiba di Denmark setelah mengunjungi Finlandia dan Estonia. Dia bertemu dengan Perdana Menteri Denmark, Helle Thorning-Schmidt untuk membahas hubungan bilateral antara kedua negara dan menandatangani perjanjian kerjasama strategis jangka panjang.

Sebelumnya, di hadapan Dewan HAM PBB di Jenewa, Rabu (1/5), Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez Parrilla meminta AS untuk menutup penjara Guantanamo dan mengembalikan pangkalan militer ke Havana.

“Kami sangat prihatin tentang adanya  aksi kekerasan dan pelanggaran HAM di Guantanamo, wilayah Kuba yang dirampas oleh Amerika Serikat, pusat penyiksaan berada di dalam penjara,” kata Parrilla.

Parrilla juga mengutuk aksi pemaksaan makan terhadap 20 pemogok makan yang hampir sebagian besar  telah menolak makanan selama berminggu-minggu. Seperti dikutip dari Press Tv, ada Sekitar 130 tahanan melakukan mogok makan untuk memprotes kondisi penjara dan siksaan terhadap mereka.

Selasa (30/4), PBB mengatakan pemaksaan makan kepada tahanan Guantanamo adalah melawan hukum internasional dan pelanggaran hak asasi manusia. Parrilla mengatakan AS menahan 166 orang di penjara, dengan sebagian besar tawanan ditahan tanpa tuduhan atau pengadilan.

Fasilitas penahanan Guantanamo awalnya didirikan pada tanggal 11 Januari 2002 oleh mantan Presiden AS, George W. Bush untuk menahan tersangka yang ditangkap di Afghanistan dan di tempat lain setelah serangan 11 September 2001.

Obama berjanji  pada awal 2009 untuk menutup fasilitas penahanan militer tersebut dalam waktu 12 bulan, tapi empat tahun berselang penjara kontroversial itu tetap saja dibuka. (T/P09/P01).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply