PRESIDEN ORGANISASI SOLIDARITAS ROHINGYA : SALURKAN BANTUAN LANGSUNG KE MUSLIM ROHINGYA

Jakarta, 24 Jumadil Akhir 1434/4 Mei 2013 (MINA) – Presiden Organisasi Solidaritas Rohingya, Muhammad Yunus mengatakan bahwa bantuan bagi Muslim Rohingya jangan diserahkan dari pemerintah ke pemerintah, akan tetapi dari perorangan ke perorangan.

“Bantuan bagi Muslim Rohingya jangan diserahkan melalui pemerintah ke pemerintah, akan tetapi dari perorangan ke perorangan agar dapat langsung sampai kepada warga Muslim Rohingya,” kata Yunus saat acara penggalangan dana untuk Muslim Rohingya di jakarta, Sabtu (4/5).

Yunus merupakan warga asli Rohingya yang kini tinggal di Qatar menyatakan, bantuan kemanusiaan yang berada di kemah pengungsian saat ini melalui pemerintah ke pemerintah tidak sampai ke tangan Muslim Rohingya.

Hal itu dikarenakan pemerintah Myanmar berada di pihak kelompok ekstrimis Buddha yang mendukung praktek genosida terhadap etnis Muslim Rohingya sehingga bantuan yang diterima pemerintah Myanmar tidak sampai.

Presiden Organisasi Solidaritas Rohingya juga mengatakan, pengungsi Rohingya tidak diberikan izin keluar dari kemah pengungsian yang dijaga ketat pasukan keamanan pemerintah Myanmar.

“Pengungsi hanya bisa bertahan hidup di sana dengan mengharap bantuan yang akan dikirim oleh masyarakat internasional,” tegasnya.

Yunus menuturkan, Pembantaian sistematis telah dilakukan oleh Pemerintah Myanmar terhadap warga Muslim Rohingya. “Ribuan Muslim Rohingya berada di penjara, ribuan lainnya telah bermigrasi, serta ratusan wanita Rohingya diperkosa. Hingga kini, peristiwa itu masih terus berlangsung. Masyarakat internasional harus menghentikan kegiatan biadab yang dilakukan pemerintah Myanmar,” tuturnya.

Rohingya merupakan etnis minoritas muslim yang mendiami wilayah Arakan sebelah utara Myanmar berbatasan dengan Bangladesh, yang dahulu wilayah ini dikenal dengan sebutan Rohang dan saat ini lebih dikenal dengan Rakhine. Itu sebabnya orang-orang muslim yang mendiami wilayah Rohang disebut dengan Rohingya. 

Sejak kemerdekaan negara Myanmar pada tahun 1948, Rohingya menjadi satu-satunya etnis yang paling tertindas di Myanmar.

Operasi pemusnahan sistematis yang dijalankan pemerintah Myanmar untuk menghapus etnis Muslim Rohingya dengan melibatkan kelompok ekstrimis buddha telah mengancam dan melanggar hak asasi manusia. (L/P04/P015/P05/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply