PRESIDEN PERANCIS SIKAPI SERIUS ANCAMAN PIMPINAN AL-QAEDA

Paris, 28 Jumadil Akhir 1434/8 Mei 2013 (MINA) – Presiden Perancis Francois Hollande bereaksi cepat dengan mengatakan bahwa Paris menyikapi serius ancaman pimpinan Al-Qaeda dalam video online, Modern Ghana melaporkan yang dikutip MINA, Rabu (8/5).

“Kami mengambil serius ancaman AQIM,” kata Hollande kepada wartawan.

Sebelumnya, seorang pemimpin Al-Qaeda di Maghrib Islam (Al-Qaeda in the Islamic Maghreb/AQIM) di Afrika Utara telah mendesak umat Islam di seluruh dunia untuk menyerang kepentingan Perancis sebagai balasan atas intervensi militer Perancis melawan pejuang Islam di Mali, dalam pesan video yang diposting online.

“Ini adalah tugas Anda, semua Muslim, untuk menyerang kepentingan Perancis di mana-mana,” kata Abu Obaida al-Annabi dalam rekaman tanggal 25 April.

Annabi adalah kepala dewan pejabat AQIM, dia menyerukan mobilisasi untuk memerangi “perang salib baru dari Perancis”.

Seruan Annabi muncul sehari setelah Mohammed al-Zawahiri, saudara pemimpin Al-Qaeda Ayman al-Zawahiri, mengeluarkan ancaman serupa.

“Perancis bermain api dengan menyerang Mali, Perancis menyalakan sumbu dan akan menanggung akibatnya,” kata Mohammed pada mingguan Le Point Perancis, bulan lalu.

Ayman al-Zawahiri, yang menggantikan Osama bin Laden sebagai pemimpin Al-Qaeda pada tahun 2011, telah memperingatkan Perancis pada awal April, bahwa Perancis akan bernasib sama seperti Amerika di Irak dan Afghanistan.

Perancis mengirim pasukan pada bulan Januari ke Mali untuk meniadakan kelompok Al-Qaeda yang telah menguasai setengah dari negara Afrika Barat itu.

Tentara Perancis bersama tentara Mali dan tentara Afrika lainnya, sebagian besar telah berhasil mengusir gerilyawan dari utara, tetapi kantong-kantong perlawanan tetap ada, khususnya di wilayah Gao.

Perancis mulai menarik sebagian pasukannya dari 4.000 tentara dan mengatakan akan meninggalkan 2.000 tentara di lapangan sepanjang musim panas.

Bulan lalu Paris meyakinkan Mali bahwa Paris akan memberikan kekuatan dukungan permanen dari 1.000 tentara Perancis setelah pemilihan yang dijadwalkan Juli. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA).

Leave a Reply