REKTOR AL AZHAR BARU, ANTARA REKOMENDASI DAN PEMILIHAN

Kairo, 24 Jumadil Akhir 1434/3 Mei 2013 (MINA) – Komite pemilihan Mesir mulai mempersiapkan agenda pemilihan Rektor yang baru setelah pengunduran diri Usamah Al ‘Abd dari jabatannya sebagai Rektor Universitas Al Azhar.

Pusat Studi Informasi Alam Islami (SINAI) yang berbasis di Kairo menyatakan, persiapan pemilihan itu melewati debat yang cukup panjang setelah dibukanya kesempatan untuk mengajukan calon pengganti.

Hal tersebut dipicu karena Keputusan Komite Pemilihan membatasi pemilih hanya dari kalangan dosen-dosen senior, profesor penuh, dan kepala tata usaha dari masing-masing fakultas, situs resmi lembaga kajian yang didirikan oleh mahasiswa Indonesia di Mesir tersebut melaporkan.

Dewan Tinggi Al Azhar memberikan kuasa kepada Grand Syaikh Azhar, Ahmad Thayyib, untuk memimpin panitia penyelenggara pemilihan setelah mahasiswa menuntut Usamah Al ‘Abd untuk diberhentikan karena dampak keracunan 600 Mahasiswa di asrama yang disusul dengan keracunan 161 mahasiswa lagi, meskipun hingga saat ini belum ada keterangan lebih lanjut terkait siapa pelaku pasti insiden tersebut.

Terkait mekanisme pemilihan, Grand Syaikh Azhar sendiri merekomendasikan ketentuan-ketentuan pemilihan itu. Diantaranya, kriteria calon rektor yang akan diajukan tidak boleh lulusan fakultas keagamaan dan bahasa Arab. Jumlah pemilih pun dibatasi sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan komite.

Dosen Fakultas Ushuluddin, Ahmad Zaid, mengatakan ia tidak tahu siapa yang memimpin Universitas ketika dewan tinggi Al Azhar mengumumkan pengunduran diri rektor dan menyerukan agar segera dilakukan pemilihan rektor baru.

“Yang boleh memberikan suara dalam pemilihan ini hanya terdiri dari dosen-dosen senior, para profesor penuh, dan kepala tata usaha di masing-masing Fakultas,” kata Zaid.

Ridha Muhammadi, salah satu Dosen di Fakultas Tarbiyah, mengatakan penolakannya akan kebijakan Syaikh Azhar nomor 72 tahun 2013 yang telah menetapkan aturan pemilihan bahwa rektor yang dipilih harus alumni fakultas keagamaan dan Bahasa Arab.

Sedangkan Dasuki Al ‘Izb, dosen Fakultas Pertanian, meminta agar pemilihan rektor baru segera digelar untuk meghindari kegagalan administratif universitas.

Al ‘Izb menambahkan, komite yang dibentuk untuk pemilihan rektor telah menggugurkan banyak hak suara, karena dari semua anggota Dewan Fakultas, komite membatasi pemilih hanya bagi para dosen senior, profesor penuh, dan kepala tata usaha dari masing fakultas.

Terkait persyaratan calon rektor dan pembatasan hak suara, lanjut Al ‘Izb, pemilihan itu lebih cenderung kepada penentuan (rekomendasi), namun dalam bentuk pemilihan.(T/P03/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

Leave a Reply