RSI GAZA MASUKI TAHAP MECHANICAL ELECTRICAL, SELESAI TAHUN INI

Jakarta, 13 Rajab 1434/23 Mei 2013 (MINA) – Presidium Medical Emergeny Rescue Committee (MER-C) dr. Joserizal Jurnalis,Sp.OT mengatakan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina, saat ini tengah memasuki tahap pembangunan Mechanical Elektrical (ME), dan dijadwalkan selesai tahun ini.

“Progres RSI Gaza, saat ini memasuki pembangunan mekanikal elektrikal, insya-Allah selesai tahun ini” ujarnya kepada wartawan Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj News Agency), di Jakarta, Rabu, (22/5).

“Kita akan cari dana sekitar Rp65 miliar untuk penyedian alat kesehatan, sebagian peralatan rumah sakit seperti tempat tidur kita coba bawa dari Indonesia, dan peralatan lain kita beli dari Mesir dan Eropa,” papar dr. Jose.

“Kita memiliki program gerakan Rp20 ribu, dan menjadi gerakan Rp50 ribu untuk penyediaan alat- alat kesehatan tersebut,” tambahnya.

MER-C melakukan kampanye penggalangan dana tersebut dari Sabang sampai Merauke, semua lapisan masyarakat turut andil dalam pembangunan RSI Gaza tersebut.

Menurutnya, komitmen para relawan di Jalur Gaza sanat luar biasa, juga teman-teman di MER-C yang giat mencari pendanaan untuk pembangunan RSI Gaza tersebut.

“Para relawan berjibaku dalam pembangunan RSI Gaza, buktinya adalah mereka bertahan ketika terjadi perang pada bulan November lalu, walaupun mengalami kesulitan, mereka tetap bertahan” ujarnya.

Menurutnya, dana pembangunan RSI murni dari masyarakat Indonesia, menunjukan betapa tingginya semangat rakyat Indonesia terhadap persahabatan dengan rakyat Palestina.

“RSI Gaza ini adalah sesuatu yang mampu kami berikan terhadap rakyat Gaza, yang telah diisolasi oleh Zionis Israel selama lima tahun lebih,” kata Jose.

“Persahabatan kita denga rakyat Palestina bukan tanpa sejarah, mereka adalah salah satu penyokong terhadap kemerdekaan negara Indonesia, jadi ini bukan persahabatan yang baru. Maka, apabila mereka menderita kita juga merasa menderita, dan kita ingin mengurangi rasa sakit mereka dengan memberikan hadiah RSI ini,” tegasnya.

Dalam pembangunan RSI Gaza, bekerja 33 relawan Indonesia dari berbagai keahlian pekerjaan, mulai dari tukang batu, ahli listrik, ahli air, mahasiswa hingga insinyur sipil. Seluruh relawan berasal dari Pondok Pesantren Al-Fatah binaan Jama’ah Muslimin (Hizbullah) berpusat di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, sebagai mitra dakwah dan ukhuwah MER-C. (L/P015/P01/R1).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply