SAR EVAKUASI PENGUNGSI ROHINGYA YANG TENGGELAM DI PERAIRAN

Pauktaw, 6 Rajab 1434/16 Mei 2013 (MINA) – Tim SAR (Search And Rescue) telah mulai mengevakuasi puluhan Muslim Rohingya yang hilang di perairan setelah perahu mereka terbalik di Myanmar barat.

Kapal yang membawa lebih dari 200 orang, tenggelam di lepas Pauktaw Township di Negara bagian Rakhine pada Senin lalu.

PBB mengatakan bahwa delapan mayat telah ditemukan dan 42 lainnya berhasil diselamatkan, laporan terkait menambhakan bahwa sekitar 50 orang masih dinyatakan hilang dan dikhawatirkan tewas.  Menurut laporan Press Tv seperti dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

 Para pengungsi mencoba menyelamatkan diri dari badai Topan Mahasen yang diperkirakan terjadi pada Kamis dan Jumat mendatang, wilayah India dan Bangladesh diperkirakan terkena dampak yang berisiko.

Pada tahun 2008, Topan Nargis menewaskan lebih dari 13.000 orang di Myanmar.  Sementara itu, Topan Sidr pada tahun 2007 menewaskan 3.500 orang di wilayah Bangladesh dan menghancurkan ribuan rumah.

PBB telah mulai mengevakuasi pengungsi Rohingya yang tinggal di beberapa daerah di Rakhine seperti Pauktaw.

Menurut data PBB, hampir 20.000 pengungsi Rohingya berlindung di kamp-kamp pengungsi di Pauktaw.

Sekitar 800.000 Muslim Rohingya di Negara bagian barat Rakhine telah dirampas hak-hak kewarganegaraan dan mendapat penganiayaan serta pengusiran selama bertahun-tahun.

Pihak berwenang telah memindahkan 5.158 orang dari kamp dataran rendah di ibukota negara bagian Rakhine, Sittwe, untuk berlindung ke tempat yang lebih aman.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan, pemerintah Myanmar terlalu lambat bertindak dan mengabaikan peringatan sebelumnya untuk memberikan perlindungan bagi para pengungsi.

“Pemerintah Myanmar tidak mengindahkan peringatan dari kelompok-kelompok bantuan kemanusiaan untuk merelokasi pengungsi Muslim menjelang musim hujan,” kata Brad Adams, direktur Asia Rights Watch.

“Jika pemerintah gagal untuk mengevakuasi mereka, berarti bencana tersebut tidak alami, tetapi buatan manusia,” katanya. (T/P013/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)   

 

 

 

 

Leave a Reply