MYANMAR JANJI SELESAIKAN MASALAH PENGUNGSI ROHINGYA

 

Sekretaris Jenderal Komite Advokasi Muslim Rohingya-Arakan (KAMRA), Bernard Abdul Jabbar di depan Kedubes Myanmar untuk Indonesia.(Dok. Ari/MINA)

Jakarta, 14 Rajab 1434/23 Mei 2013 (MINA) – Pemerintah Myanmar, melalui duta besarnya untuk Indonesia, berjanji, segera selesaikan masalah pengungsi muslim Rohingya.

Hal itu seperti disampaikan dubes Myanmar untuk Indonesia pada pertemuanya dengan umat Islam yang diprakarsai oleh Komite Advokasi Muslim Rohingya-Arakan (KAMRA) di Jakarta, Kamis (23/5).

“Dubes Myanmar berjanji, akan tampung dan mengurus mereka dan apabila mereka mau pulang ke Arakan akan kami fasilitasi dan diberi tiket untuk pulang kesana” kata Dubes Myanmar untuk Indonesia, U Nyan Lynn, seperti disampaikan Sekjen KAMRA Bernard Abdul Jabbar.

Sekjen KAMRA Bernard Abdul Jabbar juga menyampaikan penyataan U Nyan Lynn, kalau memang mereka (muslim Rohingya) warga Arakan, atau siapapun yang pernah tinggal disana, pemerintah Myanmar akan mengurusnya.

Bernard juga mengatakan, hasil pertemuanya dengan Dubes Myanmar, umat Islam akan difasilitasi untuk berangkat ke Arakan-Myanmar untuk bertemu dengan para ulama dan biksu di sana.

“Kami akan melakukan upaya membawa bantuan kesana. Untuk persiapan kami terus melakukan penggalangan dana dan melakukan persiapan untuk kita segera berangkat kesana,” papar Bernard.

Ia juga mengungkapkan, KAMRA memerlukan badan yang lebih besar lagi untuk membantu muslim Rohingya. “Kita perlu melibatkan komponen-komponen pemerintah Indonesia seperti KEMENLU, badan HAM, dan lainnya untuk menangani pengungsi-pengungsi Rohingya yang sudah tersebar kemana-mana, termasuk di Indonesia”.

Menanggapi desakan Presiden AS, Obama kepada Presiden Myanmar, U Thein Sein dalam kunjungannya di Myanmar, Senin (20/5), Dubes Myanmarmengatakan bahwa pemerintah Myanmar akan segera menyelesaikan masalah pengungsi muslim Rohingya.

Muslim Rohingya menjadi satu-satunya etnis yang paling tertindas di Myanmar sejak kemerdekaan negara tersebut pada 1948.

Operasi pemusnahan sistematis yang dijalankan pemerintah Myanmar untuk menghapus etnis Muslim Rohingya yang melibatkan kelompok ekstrimis budha sangat terlarang dan melanggar hak asasi manusia. (L/P015/P04/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply