PERAN AKTIF INDONESIA LINDUNGI KEANEKARAGAMAN HAYATI

Jakarta, 13 Rajab 1434/23 Mei 2013 (MINA)- Indonesia akan terus berperan aktif melindungi berbagai sumber daya genetik dalam melestarikan dan melindungi keanekaragaman hayati, demikian diungkapkan  Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA, pada acara Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati (Kehati) 2013 dan Peluncuran UU No. 10 Tahun 2013 tentang pengesahan Konvensi Roterdam dan UU No. 11 Tahun 2013 tentang Pengesahan Protokol Nagoya di Jakarta (22/5).

“Hari Kehati harus menjadi momentum untuk menyatukan langkah menuju pengelolaan Kehati yang lebih baik. Langkah ini dapat mengurangi ancaman kemerosotan Kehati dan melihat potensi kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia sebagai peluang untuk mensejahterakan rakyat Indonesia”, ujar Balthasar Kambuaya.

Lebih lanjut Balthasar Kambuaya mengungkapkan UUD No 11 Tahun 2013 tentang Retifikasi Pengesahan Protokol Nagoya merupakan langkah kongkrit pemerintah untuk melindungi sumber Kehati dan sumber daya genetik di Indonesia. “Kendala dan tantangan kita bersama saat ini Indonesia negara kaya dengan Kehati tetapi masyarakat Indonesia masih belum maksimal memenfaatkan sumber daya alam,” uncap mantan Rektor Universitas Cendrawasih tersebut.

Selain itu Balthasar Kambuaya mengharapkan penerbitan Undang-Undang No. 10 Tahun 2013 dan Undang-Undang No. 11 Tahun 2013 merupakan refleksi dari politik bebas aktif Indonesia serta bukti nyata keseriusan dan ketegasan posisi Indonesia dalam menggalang kerja sama global untuk pengawasan perdagangan internasional bahan kimia dan pestisida berbahaya tertentu serta pengelolaan sumber daya genetik. Dengan keberadaan dua undang-undang ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat serta kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Indonesia bersama negara-negara lain di dunia memperingati hari Kehati. Tanggal 22 Mei ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebagai Hari Kehati Sedunia yang menandai waktu diselesaikannya naskah final Convention on Biological Diversity (CBD) atau Konvensi mengenai Kehati pada 22 Mei 1992. Tema Hari Kehati tahun 2013 ini adalah Kehati dan Air. Pemilihan tema ini sejalan dengan penetapan tahun 2013 sebagai International Year of Water Cooperation oleh PBB. Pesan utama dari tema ini adalah bahwa Kehati merupakan solusi untuk mencapai ketersediaan air bersih yang berkelanjutan bagi kehidupan manusia dan seluruh makhluk hidup di bumi ini.

Sementara itu, Mantan Menteri Lingkungan Hidup era Orde Baru Prof. Dr. Emil Salim yang hadir pada acara tersebut mengungkapkan bahwa Indonesia harus memiliki kemampuan mengelola sumber daya alam dengan baik dan harus berkelanjutan bagi penerus generasi selanjutnya.

“Kita harus mampu mengelola dan memanfaatkan kekayaan alam yang berlimpah dan menjaganya agar tetap bertahan bagi kebaikan hidup kita sat ini dan anak cucu kita di masa mendatang,” ungkap Emil Salim. (L/P010/R2).

 MINA (Mi’raj News Agency)

 

 

 

 

Leave a Reply