SERANG DIPLOMAT MESIR DI YERUSALEM, ISRAEL MINTA MAAF

Foto: Press TV

Kairo, 1 Rajab 1434/10 Mei 2013 (MINA) – Israel secara resmi meminta maaf ke Kairo pada Kamis (9/5) setelah polisinya melakukan kekerasan terhadap diplomat Mesir ketika menghadiri upacara kristen di Gereja Makam Suci Yerusalem.

“Saya menyampaikan permintaan maaf resmi atas nama kami (Israel) dalam sebuah pertemuan dengan diplomat Mesir, karena dalam kondisi seperti ini kita harus ‘meredam bara api’,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Israel, Zeev Elkin, kepada radio publik Mesir, sebagaimana Ahram melaporkan dan dikutip MINA.

Pada Sabtu lalu, tiga orang diplomat Mesir dan pendeta Kristen koptik dipukul polisi Israel saat melakukan upacara keagamaan mereka yang dinamakan upacara Api Kudus, sebuah ritual sacral yang sudah dilakukan berabad-abad di gereja setiap malam perayaan paskah ortodoks.

Media Mesir tersebut melaporkan, rekaman yang diposting di Internet menunjukkan sekelompok polisi menggiring secara kasar kepada seorang imam Kristen Koptik di Kota Tua Yerusalem, di mana satu petugas lainnya memegang kepala imam tersebut di lengannya.

“Mereka mengetahui kejadian itu dan menyelidikinya,” kata seorang juru bicara polisi Israel kepada AFP.

Rabu lalu, Mesir memanggil duta besar Israel di Kairo untuk memprotes “perlakuan buruk” para diplomatnya, tanpa memberikan rincian keterangan.

Kejadian ini merupakan insiden kedua kekerasan terhadap diplomat yang dilakukan polisi Israel.

Rabu sebelumnya, Dilaporkan media Mesir, rekaman diposting di Internet menunjukkan sekelompok polisi mengangkut seorang imam Koptik di Kota Tua Yerusalem, dengan satu petugas mengunci kepala imam di lengannya.

 “Mereka mengetahui laporan dan menyelidiki,” kata seorang juru bicara polisi kepada AFP.

 Rabu lalu, Mesir memanggil duta besar Israel di Kairo untuk memprotes atas “perlakuan buruk” para diplomatnya, tanpa memberikan rincian.

 Ini adalah insiden diplomatik seperti kedua dipicu oleh polisi Israel pekan ini.

 Pada hari Rabu, para pejabat Yordania juga memanggil duta besar Israel untuk memprotes aksi polisi Israel yang menahan Mufti Yerusalem, seorang ulama Islam terkemuka.

 Israel menolak untuk mengomentari insiden tersebut, namun wakil menlu Israel itu menggambarkannya sebagai sesuatu hal yang “disayangkan.”(T/P03/R2)

Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

 

 

Leave a Reply