SERANGAN BOM KALI PERTAMA TARGETKAN SIPIL LIBYA PASCA PENGGULINGAN QADDAFI

Benghazi, Libya, 4 Rajab 1434/14 Mei 2013 (MINA) – Sebuah bom mobil berkekuatan besar meledak di dekat rumah sakit kota Benghazi, Senin (13/5).

Peristiwa itu untuk pertama kalinya menargetkan warga sipil sejak penggulingan pemerintahan Muammar Qaddafi, Modern Ghana melaporkan seperti dikutip MINA.

Puluhan orang dinyatakan terbunuh dan luka-luka, namun para pejabat di negara itu memberikan laporan yang bertentangan mengenai jumlah korban.

Wakil Menteri Dalam Negeri Libya, Abdullah Massoud mengatakan, 15 orang tewas dan 30 lainnya terluka dalam serangan di timur kota tersebut, tempat lahirnya perlawanan bersenjata di mana Qaddafi tewas pada 2011.

Namun juru bicara Kementerian Kesehatan Libya, Salah Abdeldayem mengatakan di Tripoli, empat orang tewas dan enam lainnya terluka.

Seorang pejabat polisi di Benghazi,  Tarak al-Kharaz kepada stasiun televisi Libya Al-Ahrar memberikan jumlah yang berbeda, 13 orang tewas dan melukai 41 lainnya.

Saksi mata mengatakan bahwa anak-anak termasuk di antara korban, tapi tidak jelas apakah mereka tewas atau terluka.

Bom dahsyat itu menghancurkan sebuah restoran, merusak mobil dan bangunan dekat rumah sakit Al-Jala di pusat Benghazi. Puing-puing berserakan di tanah. Seorang pejabat keamanan mengatakan ledakan merusak tempat parkir rumah sakit.

“Ledakan itu benar-benar menghancurkan restoran dan bangunan dekat rumah sakit,” kata Massoud.

Menteri Kehakiman Libya, Salah al-Mirghani mengecam aksi teror itu dan pemerintah berwenang berjanji akan melakukan segala kemungkinan untuk menangkap para penjahat. Mirghani juga mendesak kesatuan di antara warga Libya.

Gelombang kekerasan

Pengamat mencatat, pemboman itu adalah yang pertama menargetkan warga sipil di Libya sejak oposisi menggulingkan pemerintahan Qaddafi pada 2011.

Benghazi, kota kedua terbesar Libya, telah mengalami gelombang kekerasan dalam beberapa pekan terakhir. Namun, serangan sebelumnya, pemboman atau pembunuhan, mengguncang kota pada malam hari saat jalanan kosong, dan menargetkan non-sipil, yaitu pejabat keamanan.

Empat kantor polisi telah dibom di Benghazi dalam beberapa hari terakhir, dua pada hari Jumat (10/5) dan dua pada hari Ahad (12/5), menyebabkan kerusakan namun tidak ada korban.

“Kami masih tidak tahu apakah pemboman ini menargetkan warga sipil atau satu individu tertentu,” kata seorang pejabat keamanan.

Kekerasan terbaru itu juga muncul beberapa hari setelah Amerika Serikat dan Inggris menarik beberapa staf dari kedutaan besar mereka di Tripoli, mengutip kekhawatiran keamanan atas perseteruan antara milisi dan pihak berwenang.

Dewan Lembaga Budaya Inggris juga menutup kantornya di Libya untuk sepekan dengan alasan yang sama. Perusahaan minyak raksasa BP mengatakan telah mengeluarkan beberapa staf luar negeri dari Libya yang tidak penting ke luar negeri.

Pekan lalu Amerika Serikat mengeluarkan peringatan travel warning terhadap semua perjalanan ke Benghazi dan daerah lainnya di Libya.

Serangan bom mobil Senin kemarin terjadi tiga pekan setelah serangan serupa yang menargetkan Kedutaan Besar Perancis di Tripoli. Hal tersebut juga mendorong Perancis untuk mengurangi jumlah personil di kedutaannya. (T/P09/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply