SERANGAN UDARA TEWASKAN PEMIMPIN SENIOR TALIBAN

Kabul, 23 Jumadil Akhir 1434/2 Mei 2013 (MINA) – Menurut pihak berwenang setempat di provinsi Farah, Afganistan Barat, sebuah serangan udara Rabu malam (1/5) menewaskan pemimpin senior Taliban Mullah Qadir bersama dua warga Iran di provinsi itu, Khaama Press melaporkan yang dikutip MINA.

Juru bicara gubernur provinsi Abdul Rahman Zhwandai ketika dikonfirmasi tentang laporan itu mengatakan bahwa mereka tewas dalam serangan udara di desa Deh-Ishq, Kabupaten Pushtrod. Dia juga menambahkan bahwa ada delapan pejuang lainnya yang tewas. Mereka diserang saat akan pindah dari distrik Bala Bolok.

Farah adalah salah satu daerah bergejolak di Afghanistan Barat, di mana para pejuang secara terbuka beroperasi di sejumlah kabupaten. Telah terjadi sejumlah serangan mematikan oleh para pejuang Taliban selama beberapa bulan terakhir.

Mullah Qadir dituduh terlibat dalam serangan mematikan yang terjadi di provinsi Farah baru-baru ini.

Menurut laporan, dua kendaraan yang digunakan oleh rombongan Qadir hancur setelah serangan udara tersebut.

Taliban gunakan taktik militer khusus

Dalam beberapa hari belakangan, Taliban telah meningkatkan serangan musim panas yang berkode “Khalid bin Walid”. Serangan dengan taktik militer baru itu telah dimulai sejak Ahad (28/4).

Pejuang Taliban mengatakan, Ahad, bahwa mereka telah meluncurkan serangan terkoordinasi terhadap pangkalan terbesar  Amerika Serikat (AS) di Afghanistan Selatan. Pada hari yang sama, tiga polisi Afghanistan tewas setelah sebuah bom pinggir jalan menghancurkan kendaraan patroli mereka di provinsi Ghazni, timur tengah Afghanistan.

Taliban menyebutkan taktik militer khusus akan digunakan untuk menyerang militer asing di seluruh negeri, termasuk penggunaan serangan insider oleh pejuang yang berbasis di dalam institusi militer.

Taliban dalam pernyataannya menambahkan bahwa lembaga diplomatik dan lapangan udara akan menjadi target utama dari pejuang Taliban, di mana serangan terkoordinasi akan diluncurkan oleh pejuang Taliban dan pelaku bom.

Taliban juga mendesak untuk mencegah korban sipil secara ketat dan menyerukan warga sipil biasa tidak pergi atau tinggal di dekat pangkalan militer pasukan asing serta  berhenti bekerja untuk militer  asing.

Pasukan keamanan Afghanistan dihimbau untuk tidak melayani rezim Afghanistan saat ini yang dipimpin oleh presiden Hamid Karzai dalam upaya untuk aman dari target pejuang Taliban. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply