SSC BANDUNG LAUNCHING APLIKASI BELAJAR DAN UJIAN DIGITAL PERTAMA DI INDONESIA

Bandung, 21 Jumadil Akhir 1434/1 Mei 2013 (MINA) –  Lembaga Bimbingan Belajar Sony Sugema College  (LBB SSC) Bandung dan SMA Alfa Centauri Bandung mengadakan peluncuran (launching) Sony Sugema College Digital Learning System (S2DLS) versi 5.0, yang memudahkan para siswa bimbingannya mengakses semua materi pembelajaran termasuk ujian secara digital (paperless).

 “Tujuan dari penggunaan aplikasi ini adalah untuk memudahkan guru maupun siswa dalam mengakses semua materi sekolah. Kita tidak bisa terus-menerus menggunakan kertas, berapa banyak pohon yang ditumbangkan tiap harinya hanya untuk membuat kertas saja,” ujar Sony Sugema (48), Pendiri LBB SSC Bandung, dalam acara launching S2DLS di SMA Alfa Centauri Bandung, Selasa (1/5).

Menurutnya, program S2DLS versi 5.0 merupakan aplikasi terkini dari program sebelumnya, versi 2.0 dan versi 4.0. Program yang diterapkan di lembaga bimbingan belajarnya dapat memuat semua materi pembelajaran termasuk video, e-book maupun absen secara digital. 

Kelebihan lainnya, menurut Tokoh Muda Enterprise Semangat Wirausaha Indonesia tersebut adalah adanya Auto Bank Soal yang memungkinkan pembuatan soal secara komputerisasi.

“Komputer akan mencocokkan semua materi data berdasarkan mata pelajaran. Ketika kita klik, pertanyaan akurat pun akan muncul seketika, menyesuaikan dengan materi bahasan,” kata pria yang menuliskan motto bimbelnya dengan kalimat ‘fastest solution’ (solusi tercepat), dan ‘learning is fun’ (belajar dengan bergembira).

Dalam aplikasi ini terdapat semua materi pembelajaran sekolah, materi soal, cara penyelesaian soal, bahkan sampai ujian digital yang akan dianalisis secara langsung oleh komputer, bahkan soal yang dihadapi setiap siswa pun akan berbeda sesuai dengan kapasitas intelejen siswa tersebut.

Sony memaparkan, setiap siswa akan menghadapi soal yang berbeda, jadi tidak akan ada kesempatan untuk mencontek satu sama lain, dan siswa mengerjakan soal langsung di gadget atau laptop yang ada di tangan mereka, sehingga soal yang disediakan dalam pilihan ganda tersebut bisa langsung dianalisis dan dikomputerisasi sehingga dalam waktu singkat nilai ujian pun keluar.

Sony Sugema, ayah dari 12 anak itu menjelaskan, program ini akan memudahkan tugas guru yang sebelumnya harus mendata dan membuat soal secara manual.  Sehingga guru bisa lebih fokus pada penilaian afektif siswa, tambahnya.

Tidak hanya itu, kata salah satu Alumni ITB Beprestasi tersebut, siswa bisa mengakses aplikasi tanpa menggunakan jaringan internet, namun menggunakan intranet. Kelebihan lainnya adalah siswa bisa melihat contoh-contoh try out mulai dari SBB, SNMPTN, SPMB, UGM, UI, dan sebagainya.

Video pembelajaran juga ada dalam aplikasi ini, jadi siswa juga bisa mengakses video rekaman semua mata pelajaran yang di ajarkan di kelas. Mulai dari kelas X, XI, maupun kelas XII SMA.

Program S2DLS dibuat dan dikembangkan sesuai jenis smartphone dan android. Aplikasi ini diharapkan memudahksan siswa mengakses semua materi yang berhubungan dengan sekolah di mana pun dan kapan saja.

Sebelumnya, aplikasi S2DLS versi 4.0 digunakan untuk android dengan system operasi minimum 2.2 froyo.  Aplikasi ini bisa digunakan pada sebagian besar smartphone dan gadget android, mulai dari smartphone dengan layar standar, seperti Sony Ericson X10 mini, Samsung Galaxy Ace, Sony Ericson Arc, sampai Tablet Galaxy Tab 7 dan HTC Flyer.

Hadir dalam peluncuran S2DLS itu, Kepala Dinas Kominfo Dudi Abdurahim, Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Bandung Supanda, dan Wardoyo dari Lembaga Pengawas dan Eka dari Telkom Bandung.  Peluncuran tersebut diresmikan mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Edi Siswandi yang juga sebelumnya meresmikan launching SSC pertama kalinya.

Apresiasi Wali Murid

Aplikasi program ini menurut Pembina Aqsa Working Group (AWG) Jawa Barat tersebut, juga memungkinkan orang tua wali murid mengetahui putera-puterinya sudah masuk sekolah atau belum, karena absen yang digunakan terprogram secara digital.

“Orang tua bisa melihat apakah anaknya sudah sampai di sekolah atau belum, “ ungkap pemilik semboyan ‘future education, today’ (pendidikan masa depan tergantung hari ini).

Yuli, salah satu orang tua wali murid ikut memberikan apresiasinya terhadap program yang dianggapnya sebagai sesuatu yang luar biasa.

“Saya menitipkan semua putera saya sekolah di SMA milik Sony yang memiliki program unggulan DLS. Alhamdulillah anak-anak saya, didikan SSC, semua bekerja di luar negeri dan menjadi orang sukses,” kata wanita alumni S2 di Birmingham, AS itu.

Sony Sugema bertekad membuat lembaga yang didirikan tahun 1990 itu dan kini memiliki puluhan cabang di Bandung dan daerah-daerah lain, menjadi sekolah serba digital. Sekolah lain juga diharapkan ikut merasakan manfaatnya.

Di samping keunggulan digital, pria yang pernah mengikuti program Umrah Plus Masjid Al-Aqsha Palestina tersebut sangat menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai etika, kebenaran dan akhlak untuk para pelajar.

Setiap sumber daya manusia, terutama pelajar, pasti memiliki mimpi dan cita-cita tentang masa depannya. Untuk itu, LBB SSC memotivasi dan mengembangkan sumber daya pelajar sebagai manusia seutuhnya, melalui berbagai inovasi yang terus-menerus tiada henti. (L/P03/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply